Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    SBM ITB Bakal Rancang Sertifikasi Human Capital

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35235.jpg

    BANDUNG,- Kualitas sumber daya manusia (SDM), atau dengan peran baru, kualitas  modal insani (human capital), menjadi faktor penentu perkembangan industri 4.0. Kualitas tersebut bisa dilihat dari kompetensi dan sertifikasi profesi yang dimiliki setiap individu. Berdasarkan, kondisi  tersebut,  Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) berencana berkontribusi untuk merancang sertifikat Human Capital. 

    Ketua Ikatan Alumni Alumni Ikatan Sains dan Manajemen (IASM) ITB, Dr.rer.pol. Acmad Fajar Hendarman, S.T., M.S.M.  menyebutkan sertifikasi profesi sangat dibutuhkan di era digital ekonomi saat ini. Sebab, semakin ahli dalam bidang tertentu maka akan sangat membantu  kalangan industri.

    "Di era digital ekonomi juga sangat dibutuhkan sertifikasi profesi. Keahlian setiap individu harus semakin baik. Jika semakin ahli maka akan diperlukan  dunia industri,"kata Fajar, sapaan Ketua IASM ITB, ketika ditemui disela kegiatan seminar, workshop dan call for book contributor di Auditorium Nemangkawi lt 6 Labtek XIV SBM ITB, jl Ganesha, Kota Bandung, Jumat (15/11/2019)

    Fajar menilai berbagai sertifikasi harus dirancang dengan baik. Artinya, harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri. 

    "Yang menjadi catatan bahwa pihak yang memberikan sertifikasinya juga sudah memiliki wewenang dan memiliki kemampuan,"jelas Fajar

    Disinggung sertifikasi profesi di lingkungan kampus SBM ITB, Ia menuturkan masih dalam progres ke tahap tersebut. Pihaknya juga akan segera menyiapkan kompetensinya sehingga di akhir tahun berikutnya bisa tercapai. 

    "Ini pekerjaan rumah (PR) juga. Diharapkan mungkin 1-2 sertifikasi bisa terlaksana,"ucap Fajar

    Dia juga mengakui bahwa selama ini hambatannya dalam proses sertifikasi profesi ini karena pemberi sertifikasi juga harus belajar dulu. Selain itu, mereka memiliki beban kerja yang tinggi sesuai dengan Tri Dharma Pendidikan. Fajar menambahkan, untuk proses sertifikasi dibutuhkan waktu lebih kurang satu semester. 

    "Sebenarnya bisa dipersingkat. Jika semua unsur yang berkompetensi di sertifikasi ini sudah terpenuhi,"tutup Fajar. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus