Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan : Pendidikan Modal Utama Raih Masa Depan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/hari-guru-nas2011.jpg

    BOGOR- Gubernur Jawa Barat dan Ibu Netty Heryawan mendampingi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menghadiri Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-66 Persatuan Guru Republik Indonesia tahun  2011 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, (30/11). Pada kesempatan itu sebanyak 5 orang guru dan kepala sekolah berprestasi mendapat tanda kehormatan Satyalencana Pendidikan dari Presiden. Penghargaan tersebut diberikan karena berprestasi dan berdedikasi luar biasa, dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Mereka adalah  Abdul Hajar (SMAN 3 Makassar), Herfen Suryati (YPVDP Bontang), Imron Rosidi (SMKN 2 Pasuruan), Mustafa (SMKN 4 Makassar), dan Akib Ibrahim (Kepala SMKN 1 Pacet, Cianjur).
     
    “Semoga saudara-saudara semua mampu mendidik anak-anak bangsa yang cerdas dan berkarakter unggul,” kata Presiden di hadapan 4.500 guru yang hadir pada Puncak Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-66. Turut hadir dalam acara ini Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, para ketua lembaga tinggi negara, anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, dan Ketua Umum PGRI Sulistiyo. Pada kesempatan itu, Presiden meminta agar metodologi, evaluasi pembelajaran lebih disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Begitu juga infrastruktur SD dan SMP harus diselesaikan dalam tiga tahun mendatang.  Pasalnya, masih sekitar 10-15 persen ruang kelas di penjuru negeri yang masih harus dibenahi.
     
    Lebih lanjut Presiden menyatakan  bahwa tahun 2012, akan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar  Rp286,6 triliun. Anggaran yang makin besar itu kita harapkan makin bisa memenuhi kebutuhan pendidikan, baik untuk BOS (biaya operasional sekolah), perbaikan infrastruktur SD dan SMP, penanganan delapan juta siswa miskin, sertifikasi guru, dan lainnya. Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, dalam sambutannya meminta guru berperan sebagai katalisator dalam menyampaikan ilmu pengetahuan, dan bukan berperan sebagai reaktan. “Sebagai katalisator, guru mempercepat penyerapan benih pengetahuan dan mengakar kuat, serta dapat melipatgandakan modal pengetahuan yang dimilikinya,” kata Menteri Nuh. Sedangkan guru yang bersifat reaktan akan melebur dan larut, sehingga tidak dapat berfungsi lagi di masyarakat.
     
    Dalam sambutan selamat datangnya, Heryawan menyatakan pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Apalagi pendidikan merupakan pintu yang membawa baangsa ini ke masa depan yang lebih baik. Dan bangsa yang maju akan selalu memperhatikan kualitas Sumberdaya Manusia-SDM nya yakni melalui proses pendidikan yang maju. Sehingga tidak berlebihan bila Pemerintah berkewajiban memperhatikan kualitas Guru dan kehidupannya. “Masa depan yang gemilang hanya dapat diwujudkan dengan kualitas SDM yang unggul, dan SDM yang unggul hanya bisa dihasilkan dengan pendidikan yang bermutu dan pendidikan yang bermutu hanya bisa dilahirkan dari para Guru yang unggul,” tegasnya yang disambut tepuk tangan yang meriah dari ribuan Guru dan Pendidik yang memadati SICC.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus