Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Potensi Energi Panas Bumi Jabar, Terbesar di Indonesia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Potensi-g.jpg

     

    BANDUNG – Potensi energi panas bumi yang dimiliki Jawa Barat adalah yang terbesar di Indonesia. Berdasarkan survey yang dilakukan Dinas Energi Sumber Daya Mineral  Jabar, kandungan energi panas bumi Jabar sebanyak 40% panas bumi nasional. Kepala Seksi Pengelolaan Hulu Bidang Panas Bumi Dinas ESDM Provinsi Jabar Achmad Fadillah menyebutkan, cadangan potensi panas bumi Jabar bila akan dimanfaatkan untuk energi listrik itu sebanding dengan 6000 MW.
     
    “Kita punya potensi sebesar 6000 MW di Jabar ini. Namun yang baru dimanfaatkan baru sekitar 17 persen atau hamper 2000 MW. Itu sekarang yang sudah eksisting dieksploitasi oleh perusahaan tambang panas bumi baik dalam maupun luar negeri” ujar Achmad Fadillah, Sabtu (3/12) dalam seminar sehari tentang pemanfaatan energi panas bumi di hotel Horison.
     
    Potensi energi panas bumi Jabar itu tersebar di 25 titik, di beberapa Kabupaten di Jawa Barat, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sukabumi. Menurut Achmad Fadillah, 25 titik energi panas bumi itu belum semuanya bisa dimanfaatkan, dan sekarang baru 4 titik yang sudah berjalan.
     
    “Sekarang baru 4 titik yang sudah eksisting berjalan menghasilkan energi yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, diantaranya adalah Kamojang, Drajat, dan Wayang Windu. Dari ke-empat pembangkit energi panas bumi itu Wayang Windu yang dikelola oleh Star Energi menhasilkan daya terbesar yaitu 600 MW” ujarnya.
     
    Menurut Achmad Fadillah, ada beberapa kendala yang membuat belum seluruhnya potensi energi panas bumi di Jabar itu belum bisa dimanfaatkan, diantaranya adalah masalah tumpang tindih aturan, teknologi, dan biaya.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus