Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Emil: Saya Tidak Anti Kritik, Tapi Harus Berdasar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35573.jpg

    BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil kembali menegaskan bahwa dirinya tidak anti kritik, tetapi terbuka untuk berbagai masukan atau saran. Namun menurut Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar, kritik itu harus memiliki fakta atau berdasar fakta yang jelas. Hal itu diungkapkan Kang Emil di hadapan para pemimpin redaksi media masa Jawa Barat dalam Forum Pemred di Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat sore (6/12/2019).

    "Saya terbuka saja, tetapi harus ada fakta yang jelas jangan hanya rumor atau hanya atas dasar perkiraan subjektifitas saja" ujarnya.

    Dalam acara Forum Pemred ke-3 yang bertema Repleksi Pembangunan Akhir Tahun itu, Kang Emil juga mengungkapkan berbagai capaian program selama setahun.

    "Diantaranya program mengurangi banjir, terowongan air curug jompong kini hampir rampung, mudah-mudahan akhir tahun ini sudah mulai beroperasi. Satu pesantren satu produk juga terus berjalan. Semakin banyak pesantren yang sudah mampu mengembangkan usahanya. Program english for ulama juga responnya baik sekali dari negara yang dituju seperti Inggris. Lalu masih banyak lagi" katanya.

    Namun Gubernur yang didampingi wakilnya Uu Ruzhanul Ulum juga mengakui bahwa masih banyak kekurangan di sana-sini yang masih harus diperbaiki.

    "Ya, tahun pertama adalah tahun meletakan pondasi, jadi mohon dimaklum jika masih ada kekurangan. Nanti Insya Alloh tahun kedua adalah tahun akselerasi, dan panennya nanti di tahu ketiga" papar Ridwan Kamil, yang diselingi beberapa pertanyaan dari anggota Forum Pemred.

    Dalam acara itu secara khusus Kang Emil meminta media ikut meluruskan soal program kawasan Rebana. Menurutnya, Rebana itu adalah semua kawasan dalam radius keberadaan bandara Kertajati dan pelabuhan Patimban.

    "Jadi semua daerah yang terkena dampak dalam radius bandara kertajati dan pelabuhan Patimban masuk dalam Rebana. Waktu itu Saya hanya ingin memudahkan penyebutan nama saja, jadi kesannya yang masuk itu hanya Cirebon, Majalengka, dan Subang, padahal semuanya di kawasan itu masuk, termasuk Indramayu" jelasnya.

    Forum Pemred digelar untuk jetigakalinya dengan tujuan saling berbagi informasi antara media dan pemerintah. Acara berlangsung santai, bahkan sesekali Kang Emil melepas tawa saat memaparkan pengalamannya dalam menjalankan program bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus