Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dorong Investasi di Jawa Barat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35612.jpg

    BANDUNG - Dalam kerangka program Regional Investor Relations Unit (RIRU) Provinsi Jawa Barat melalui forum West Java Incorporated (WJI), selama 2019 telah dilakukan berbagai upaya untuk mengelola persepsi positif dan meningkatkan investasi di Jawa Barat. 

    Upaya tersebut difokuskan pada penguatan hubungan investor serta fasilitasi site visit dan business matching untuk perluasan akses pasar bagi klaster kopi. Jawa Barat mencatat prospek positif di bidang investasi, antara lain terlihat dari tingginya komitmen investasi dalam ajang West Java Investment Summit (WJIS) yang dihelat pada bulan Oktober 2019 lalu. 

    "Kami juga terus mendorong pengembangan ekonomi keuangan syariah di Jawa Barat. Implementasi ekosistem mata rantai nilai halal (halal value chains) melalui pengembangan ekonomi pesantren, UMKM syariah hingga industri, khususnya makanan, fashion, kosmetika, pariwisata, dan farmasi, serta kampanye industri halal akan terus diperkuat.," Ujar Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Doni P Joewono di Bandung, Kamis (12/12).

    Ia menambahkan sertifikasi halal terus  didorong, antara lain dengan menginisiasi terbentuknya Konsorsium Halal Centre yang memudahkan proses sertifikasi produk.

    Kepala Biro Perekonomian Jawa Barat Taufik Darsadi menambahkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan III masih dibawah periode yang sama tahun 2018, namun disisi lain investasi di Jawa Barat masih tetap tinggi, bahkan kedua tertinggi di Indonesia setelah DKI Jakarta.

    "Januari hingga September tercatat Rp102,07 triliun. Dengan 10.573 proyek yang menyerap tenaga kerja sebanyak 96.592 orang," tegasnya.

    Disisi lain ia berharap saat ini semua pihak bersiap untuk menghadapi kemungkinan kekurangan pasokan beras. Mengingat musim tanam mundur sehingga panen tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

    "Tanam seharusnya September, tapi baru Desember mulai, artinya Januari hingga Maret tidak ada panen. Sehingga semua pihak harus bersiap mengatasinya," tuturnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus