Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rapat Pleno TPAKD di Gedung Sate

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35652.jpg

    BANDUNG - Upaya perluasan akses keuangan masyarakat di Jawa Barat terus menjadi prioritas OJK bersama dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena akses keuangan erat kaitannya tidak hanya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung tersedianya sumber pembiayaan pembangunan ekonomi.

    "Sebagaimana kita ketahui bersama, meningkatnya akses keuangan masyarakat akan meningkatkan jumlah simpanan dan investasi yang 
    kemudian terefleksikan dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari sektor jasa keuangan untuk mendorong laju perekonomian," ujar Kepala OJK Jabar Triana Gunawan di Gedung Sate, Jumat (13/12).

    Khususnya untuk Indonesia, upaya ini menjadi sangat penting karena tingkat inklusi keuangan masyarakat tergolong masih rendah 
    dibandingkan negara tetangga.

    Peran Tim Percepatan Akselerasi Keuangan Daerah (TPAKD) sangat besar dalam mendukung pencapaian tingkat inklusi keuangan di Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif. 

    Penyediaan akses keuangan tentunya juga harus diiringi dengan upaya melakukan edukasi keuangan masyarakat. Dengan pemahaman 
    masyarakat yang cukup, masyarakat akan lebih mengetahui produk keuangan yang sesuai dengan profil dan kebutuhannya, serta dapat 
    menghindarkan mereka dari risiko kerugian akibat dari terjerumus investasi ilegal maupun risiko akibat penggunaan teknologi.

    Pada tahun 2019, TPAKD Provinsi Jawa Barat menjalankan 5 (lima) program kerja dengan mengusung tema “Meningkatkan Inklusi 
    Keuangan menuju Desa Juara”. Program kerja yang telah diimplementasikan oleh TPAKD Provinsi Jawa Barat yaitu Optimalisasi Laku Pandai guna melayani masyarakat mengakses KUR dan produk keuangan lainnya serta melakukan business matching antara pelaku 
    UMKM dan pengusaha. 

    Di akhir tahun 2019 ini, OJK telah melakukan survey inklusi dan literasi keuangan. Dari hasil survei tersebut, dapat kami sampaikan bahwa dari target tingkat inklusi sebesar 75% dan literasi keuangan sebesar 35% di akhir tahun 2019 telah tercapai. Dimana tingkat inklusi Jawa Barat sebesar 88,48% meningkat dari survei pada tahun 2016 sebesar 71,4%. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus