Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inflasi Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35760.jpg

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat konsen terhadap pengendalian inflasi serta pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat. Demikian ditegaskan Kepala Bagian Ketahanan Pangan dan Pertanian Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat, Dery Andriawan.

    “Gubernur sangat konsen sekali terhadap upaya-upaya pengendalain inflasi,” ucap Dery, dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Bandung, Kamis (19/12).

    Menurut Dery, inflasi yang cukup tinggi akan sangat mempengaruhi daya beli masyarakat, khususnya mereka yang berada di garis miskin maupun satu tingkat diatas miskin.

    “Jumlah penduduk miskin di Jabar berdasarkan data dari BPS mencapai 6,9 persen atau 3,4 juta dari jumlah penduduk,” katanya.

    Dery menegaskan, jika inflasi ini tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka akan lebih menyulitkan penduduk-penduduk miskin dan tidak menutup kemungkinan jumlah penduduk miskin di Jawa Barat akan bertambah.   

    “Untuk pengendalian inflasi ini di Jabar dengan 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunkasi yang efektif,” ujarnya.

    Dery menambahkan, berdasarakan informasi dari Perum Bolog Divre Jabar bahwa ketersediaan beras di Jawa Barat saat ini bisa memenuhi hingga 10 bulan kedepan.

    “Alhamdulillah kondisi Jawa Barat dalam keadaan aman, terutama terkait dengan ketersediaan beras,” tuturnya. (Parno)

    Jelang Nataru, Dishub Jabar Berlakukan Pembatasan Kendaraan
    BANDUNG- Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat  akan memberlakukan pembatasan kendaraan yang bisa melewati jalan-jalan nasional dan jalan provinsi terkait libur Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan, pembatasan kendaraan akan dilakukan pada tanggal 20-21 Desember 2019 dan 31 Desember 2019 hingga1 Januari 2020.

    “Pembatasan kendaraan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub)  No PM 72 Tahun 2019 tentang pengaturan lalu lintas operasional mobil barang selama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020,” ucapnya.

    Menurut Hery, sesuai Permenhub tersebut kendaraan-kendaraan yang dibatasi untuk beroperasi pada waktu-waktu tersebut diantaranya mobil barang dengan sumbu tiga tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, seperti tanah, pasir atau batu, bahan tambang serta bahan bangunan.

    “Untuk pembatasan pada  20 Desember pukul 00.00 hingga  21 pukul 24.00 berlaku di Jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi, Jalan Nasional Bandung-Nagreg-Tasikmalaya, Jalan tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Jalan tol Cikampek-Padalarang-Cileunyi,” tuturnya.

    Dan untuk pembatasan kendaraan pada  25 Desember 2019 mulai pukul 00.00 sampai pukul 24.00 Jalan tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta. Pada 31 Desember pukul 00.00 WIB hingga 1 Januari pukul 24.00 WIB Jalan Tol Jakarta- Bogor- Ciawi, Jalan Nasional Sukabumi-Ciawi," kata dia.

    Namun menurut Hery, pembatasan operasional bagi mobil barang sesuai  Permenhub tersebut tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang. Selain itu, barang pokok terdiri ata? beras, tepung terigu.

    "Kita himbau para pengusaha kendaraan berat untuk tidak melanggar pembatasan selama angkutan selama Nataru tersebut dan kita akan segera menentukan teknis pengawasan di lapangan,” ujarnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus