Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Melalui Tri Pusat Pendidikan, KerLiP Harapkan Tujuan Pendidikan Tercapai

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_35788.jpg

    BANDUNG- Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) merupakan gerakan sosial berbasis keluarga yang 
    berupaya mendorong pemenuhan hak hidup bermartabat terutama hak atas pendidikan dan hak-hak anak di Indonesia. 

    KerLiP mengembangkan model-model pendidikan berprogram khas di luar jalur pendidikan formal, nonformal dan informal dimana prinsip kepentingan terbaik bagi anak dan keluarga menjadi fokus dalam gerakan kami. 

    Ketua DPD KerLiP Jawa Barat, Ekasari Widyati mengatakan, KerLiP memiliki Tri pusat pendidikan yang meliputi keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat memiliki peran dalam membangun karakter dan budaya prestasi anak. Ketiga pilar tersebut perlu berkolaborasi dan bersinergi untuk saling melengkapi dan saling mendukung. 

    "Kolaborasi ketiganya diyakini akan memberi dampak positif bagi pencapaian tujuan pendidikan nasional," ucap Ekasari,  di Roots Cafe & Lounge, Jl. Gudang Selatan No. 22, Bandung, Minggu (22/12)

    Menurut Ekasari, dalam upaya membangun kolaborasi tersebut, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menfasilitasi penyelenggaraam kegiatan rintisan pendidikan keluarga untuk pengembangan kapasitas diri anak yang dipercayakan kepada KerliP DPD Jawa Barat. 

    "Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk program yang memberikan ruang bagi anak yang selama ini dipandang “bermasalah” untuk mengaktualisasikan energi mereka ke dalam bentuk kegiatan positif, bahwa sesunguhnya remaja yang dianggap “bermasalah” juga dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya sehingga mereka seperti terlahir kembali menjadi pribadi yang dengan identitas baru, bukan lagi sebagai remaja yang dipandang 
    bermasalah atau disebut dengan From Zero to Hero.

    Ekasari menyatakan, dalam membantu keluarga mendukung berkembangnya potensi anak dan mengantarkan mereka menuju Generasi Emas 2045, terdapat banyak faktor pendukung dan penghambat yang harus diperhitungkan. 

    "Ini merupakan tantangan bersama yang harus dipecahkan bersama oleh orang tua, satuan pendidikan dan masyarakat. Tantangan menjadi lebih besar saat anak mulai beranjak remaja karena lingkungan pergaulan yang semakin luas. Banyak sekali kejadian serius yang mengancam tumbuh kembang generasi anak dan remaja di masa depan," tuturnya.

    Berbagai acara, digelar dalam acara yang diikuti oleh 60 siswa sekolah, 60 orang tua dan kepala sekolah, berlangsung dari tanggal 18-22 Oktober 2019 di P4TK BMTI Cimahi, diantaranya pemberian materi untuk anak dan remaja serta orang tua, seperti tentang Menemukan jati diri/konsep diri anak, Public Speaking, Pemanfaatan Era Digital bagi anak milenial, Aku Indonesia, Hak Anak (Undang-undang Perlindungan Anak) dan Dukungan Psikologi Awal (mengasah jiwa empati anak). 

    Sementara materi untuk kelas orangtua diantaranya tentang Hak anak, Disiplin positif, Psikologi perkembangan anak, Menjadi orang tua hebat dan Brain development.
     
    Ekasari menambahkan ada banyak tujuan yang akan dicapai dalam camp meraih bintang menggapai mimpi, diantaranya Sosialisasi program bindikkel, Peningkatan pemahaman orang tua terkait pengasuhan, Peningkatan pemahaman diri, kompetensi diri dan kapasitas anak, Menghubungkan anak dengan komunitas-komunitas alternatif  dalam mengembangkan potensi, Membuka jalur dan memberikan ruang bagi anak untuk mengaktualisasikan dirinya serta Merencanakan kegiatan positif bagi anak.

    "Kita berharap kegiatan ini program Bindikkel bisa tersosialisasi, pemahaman para orang tua terkait pengasuhan bisa meningkat serta adanya berbagai rencana kegiatan positif yang diinisiasi oleh para peserta," ujarnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus