Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Data BPS: Ketimpangan Kaya dan Miskin Di Jabar Menurun

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36024.jpg

    BANDUNG - Salah satu ukuran ketimpangan yang sering digunakan adalah Gini Ratio. Nilai Gini Ratio berkisar diantara 0-1. Semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi.

    Di Provinsi Jawa Barat, Gini Ratio mengalami fluktuasi pada periode Maret 2015 – September 2019. Pada Maret 2015, Gini Ratio sebesar 0,415 kemudian meningkat menjadi 0,426 pada September 2015. Pada Maret – September 2016, nilai Gini Ratio mengalami penurunan.

    Pada Maret 2017 mengalami sedikit kenaikan menjadi 0,403 dan pada September 2017 menurun menjadi 0,393. Kemudian pada Maret 2018 kembali mengalami kenaikan menjadi 0,407 dan pada September 2018 menurun menjadi 0,405. Pada Maret 2019 ini mengalami penurunan menjadi 0,402 dan menurun lagi pada September 2019 menjadi 0,398.

    Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jabar R. Gandari Adianti mengatakan berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,408. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2019. Untuk daerah perdesaan, Gini Ratio September 2019 tercatat sebesar 0,318. Angka ini mengalami penurunan 0,001 poin dibandingkan pada kondisi Maret 2019 yang mencapai 0,319.

    Selain Gini Ratio, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran ketimpangan Bank Dunia. Berdasarkan ukuran ini, tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori yaitu tingkat ketimpangan tinggi, sedang dan rendah.

    Tingkat ketimpangan dikategorikan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya di bawah 12 persen. Tingkat ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12-17 persen. Adapun tingkat ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17 persen.

    Pada September 2019, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah di Jawa Barat adalah sebesar 16,81 persen yang berarti Jawa Barat berada pada kategori ketimpangan sedang bahkan hampir mendekati kategori ketimpangan rendah. Persentase ini mengalami sedikit kenaikan jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 yang mencapai 16,67 persen.

    Sejalan dengan informasi yang diperoleh dari Gini Ratio, ukuran ketimpangan Bank Dunia pun mencatat hal yang sama yaitu ketimpangan daerah perkotaan di Jawa Barat ada pada kategori sedang dan di perdesaan ada pada kategori rendah.

    Persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan Jawa Barat pada September 2019 adalah 16,23 persen. Sementara itu, persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perdesaan pada September 2019 adalah sebesar 20,28 persen. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus