Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pembangunan Tol Bocimi Dimulai

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/BOCIMI.jpg

     

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan pihaknya mendorong pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan dan sejumlah ruas tol yang saat ini sedang dalam proses. Diantaranya pembangunan jalan poros tengah Bandung-Pangalengan-Rancabuaya, peningkatan status jalan lintas selatan Jawa Barat yang saat ini berstatus jalan strategis nasional, Jalan Tol Cikampek-Palimanan, Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), Jalan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja), Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), serta pembangunan ruas Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang dicanangkan pada Jumat (16/12) lalu. Khusus Ruas Tol Bocimi Seksi Satu diharapkan selesai tahun 2013 mendatang.
     
    “Pencanangan pembangunan jalan Tol Bocimi merupakan awal yang baik dan strategis dalam rangka mendorong akselerasi pembangunan kawasan Sukabumi-Bogor. Selain itu pencanangan ini menjadi pendorong bagi rencana pembangunan sejumlah ruas tol lainnya di Jawa Barat. Saya berharap, seluruh ruas tol yang akan menghubungkan setiap kawasan di Jawa Barat dapat segera dibangun. Semua ini akan berdampak pada percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” tegas Heryawan usai mencanangkan pembangunan seksi Satu Jalan Tol Bocimi di Kampung Cukanggaleuh, RT 05 RW 05, Desa Ciherang Pondok, Caringin Kabupaten Bogor, Jumat (16/12) lalu.
     
    Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi yang tinggi kepada para investor beserta para pihak yang terlibat dalam pembangunan Jalan Tol Bocimi, atas terjalinnya kerjasama secara sinergis dengan mengedepankan prinsip pembangunan Public Private Partnership (PPP) dalam pembangunan infrastruktur. Kita berharap, pembangunan infrastruktur di Jawa Barat berjalan dengan baik serta mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat.  Hal ini penting, karena tidak kita pungkiri bahwa sampai    dengan saat ini laju pembangunan beberapa proyek infrastruktur di Jawa Barat masih terkendala oleh sulitnya pembebasan lahan dengan masyarakat.
     
    ”Oleh sebab itu, Saya mengajak kepada seluruh masyarakat di Jawa Barat, khususnya yang terkena dampak pembangunan infrastruktur, untuk mendukung penuh pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, khususnya pada tahap pembebasan lahan dan penanganan dampak sosialnya. Hal ini semata-mata agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar serta berdampak positif bagi masyarakat. Saya juga meminta kepada Pemerintah Pusat agar peraturan mengenai pengadaan lahan untuk kepentingan pembangunan dapat segera ditetapkan, sehingga menjadi solusi bagi para pengambil kebijakan dalam melaksanakan pengadaan lahan, guna mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur secara berkesinambungan,” ujar Heryawan.
     
    Rencananya, pembangunan jalur Tol Bocimi sepanjang 54 kilometer (km) ini dibagi ke dalam 4 seksi. Seksi pertama yaitu jalur Ciawi-Cicurug sepanjang 14,5 km, Seksi kedua yaitu jalur Cicurug-Cibadak 11,9 km, Seksi ketiga yaitu jalur Cibadak-Sukabumi Barat 13,7 km, dan Seksi keempat yaitu jalur Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13,4 km. Adapun Komposisi Saham pembangunan ruas jalan tol Ciawi-Sukabumi sendiri dipegang 2 perusahaan, yang merupakan hasil kerjasama antara BUMD Provinsi Jawa Barat, PT. Jasa Sarana (25%), serta perusahaan Bakrie Infrastruktur Group  (75%), yang difasilitasi oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
     
    Menurut Chief Commercial Officer PT Trans Jabar Tol yang membangun ruas Tol Bocimi, Aswan Sunoto, untuk kepentingan pembebasan lahan pada seksi I Ciawi-Cigombong (14,6 km) diperlukan anggaran Rp 700 miliar, termasuk biaya kelebihan tanah yang ditanggung oleh pemerintah dengan total kebutuhan lahan 134 hektar. "Seksi I ini diharapkan selesai pada akhir 2013 dan hingga seksi IV, ditargetkan pada 2016-2017," katanya sambil menambahkan bahwa total investasi untuk seluruh ruas Bogor-Ciawi-Sukabumi diperkirakan mencapai Rp 7,8 triliun.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus