Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Tinjau Lokasi Relokasi Bagi Korban Longsor Kab. Bogor

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36258.jpg

    KAB. BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan lokasi untuk relokasi korban longsor di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

    Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, saat ini ada sekitar 15 lokasi yang akan menjadi tempat relokasi bagi warga yang terkena longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

    “Ada 15 titik relokasi, jadi rumah yang terkena longsor itu terbagi 4, 1 rusak ringan, 2 rusak sedang, 3 rusak berat dan nilai 4 yang harus pindah” kata Gubernur, saat meninjau korban banjir di Kecamatan Baleendah, Kab. Bandung, Selasa (28/01).

    Menurut Gubernur, berdasarkan survei kelapangan bersama Bupati Bogor, ada tanah milik PTPN dan non PTPN yang bisa digunakan sebagai tempat relokasi korban longsor.

    “Yang harus pindah ini, tadi di survei saya dengan Ibu Bupati, ada tanah PTPN lebih mudah ada tanah non PTPN, itu harus diobrolkan minggu depan dengan pemilik lahan yang sifatnya HGU. Tapi intinya semuanya akan di urus In Shaa Allah mudah-mudahan masyarakat bisa paham,” ucapnya.

    Sebelumnya Gubernur, melakukan peninjauan lokasi bencana longsor di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pada Selasa (28/01) pagi.

    Saat meninjau warga di pengungsian yang ada di Desa Pasir Madang, Gubernur menawarkan dua opsi yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi warga korban longsor.

    Opsi pertama, warga tetap bisa tinggal di Desa Pasir Madang dengan syarat ada hasil kajian dari ahli geologi yang menyatakan bahwa desa tersebut aman untuk dijadikan lokasi hunian. Sementara opsi kedua adalah merelokasi warga ke tempat aman yang jaraknya sekitar 15 km dari Desa Pasir Madang. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus