Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Holding BUMN Farmasi Mulai Beroperasi 2020 : Bersinergi Menyehatkan Indonesia dan Dunia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36302.jpg

    JAKARTA (31/1/2020) - Kementerian BUMN RI telah mengesahkan secara resmi beroperasinya Holding Farmasi di awal tahun 2020. Holding farmasi ini, terdiri dari tiga perusahaan BUMN farmasi yaitu; Bio Farma sebagai induk holding, yang sahamnya masih dimiliki 100% oleh pemerintah, beranggotakan PT Kimia Farma  Tbk dan PT Indofarma Tbk. Dasar penetapan dan pengesahan Bio Farma sebagai induk holding BUMN farmasi, adalah dengan telah keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN selaku RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Kimia Farma maupun Indofarma ke PT Bio Farma (Persero). 

    Jumlah saham Seri B yang dialihkan ke Bio Farma adalah 4.999.999.999 lembar saham PT Kimia Farma dan 2.499.999.999 lembar saham PT Indonesia Farma yang seluruhnya senilai Rp.12.479.821.000.000.
    Munculnya inisiatif pembentukan holding farmasi ini antara lain dilatar belakangi oleh tren sektor kesehatan global dan baik di negara berkembang maupun negara maju, yang memerlukan suatu solusi yang lebih menyeluruh bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang terbaik. 

    Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, bahwa tujuan dari pembentukan holding farmasi ini adalah untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi. 
    “Sinergi dari tiga BUMN yang tergabung dalam holding farmasi ini, dapat menurunkan impor bahan baku farmasi atau Active Pharmaceutical Ingredients (API) dimana saat ini lebih dari 90% bahan impor farmasi masih diimpor dari luar negeri, dan kemudian dengan adanya holding ini, diharapkan produk farmasi dapat tersebar secara merata ke seluruh pelosok negeri, dan inovasi dari anggota holding farmasi untuk menciptakan suatu produk baru”, ujar Honesti.

    Honesti menambahkan tujuan lain dari pembentukan holding ini adalah untuk menciptakan efisiensi dan kepastian ketersediaan supply bahan baku, sehingga akan dihasilkan harga produk yang terjangkau, yang akan meningkatkan skala bisnis dan pembentukan holding BUMN farmasi ini merupakan milestone dalam rangka pembentukan ekosistem Healthcare di Indonesia, sehingga dari hulu ke hilirnya dapat dikelola semua dengan baik.

     “Holding BUMN Farmasi dengan keunggulannya masing–masing, akan saling membantu satu sama lain dan bersinergi, seperti contohnya, Bio Farma sebagai induk perusahaan, akan mendorong Kimia Farma dan Indofarma, untuk dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengingat sebagian besar produk Bio Farma sudah memiliki standarisasi WHO. Kemudian Bio Farma juga akan mendorong Kimia Farma dan Indofarma untuk masuk ke pasar global, dan yang terpenting kami semua akan bersinergi dengan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi untuk menciptakan produk inovasi farmasi nasional”. Pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus