Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Garut Dapat Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/pangan.jpg

    Kabupaten Garut mendapatkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden RI. Penghargaan yang diberikan di Istana Negara (6/12) lalu, senin (19/12) kembali secara simbolis diserahkan Oleh Sekda Garut H. Iman Alirahman,SH,M.Si kepada Sukarna Kepala Desa Cigadog  Kecamatan Cikelet pada apel bersama di Lapangan Setda. Desa Cigadog mendapatkan penghargaan katagori kegiatan Desa Mandiri pangan pengguna teknologi ketahanan pangan.

    Adhikarya Pangan Nusantara adalah penghargaan yang diberikan kepada seluruh kelompok masyarakat yang mempunyai prestasi menonjol di bidang ketahanan pangan. Penghargaan  diberikan untuk katagori pelopor ketahanan pangan, pelayanan ketahanan pangan, pengguna teknologi kreatif ketahanan pangan dan pembina ketahanan pangan.

    Desa mandiri pangan Cigadog terletak di pesisir pantai Garut Selatan. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian usaha pertanian dan nelayan. Semula, lebih dari 40 % penduduknya merupakan keluarga miskin dengan akses terhadap pangan relatif terbatas, padahal potensi pangan lokal cukup prosfektif, akan tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.

    Semenjak mendapatkan alokasi bantuan pemerintah  tahun 2006 melalui program desa mandiri pangan, yang dialokasikan untuk pemberdayaan kelompok ekonomi masyarakat, Desa Cigadog perlahan mulai bangkit dari keterpurukan. Jenis usaha mulai dari usaha perikanan seperti rumput laut, ikan hias laut, pertanian, home industri maupun usaha warungan dan dagang keliling mulai menghiasi perekonomian warganya.

    Gerak dinamisnya perkembangan kelompok afinitas warga desa terlihat dengan bertambahnya  kelompok serupa.  Semula didesa cigadog hanya ada 6 kelompok sekarang menjadi lebih dari 7 kelompok. Anggota penerima manfaat dari semula hanya 137 orang sekarang sudah mencapai 362 orang. Begitupun dari sisi adminstrasi yang semakin tertib serta permodalan yang semakin bertambah, hal tersebut tak terlepas peran serta badan ketahanan pangan kabupaten Garut yang terus melakukan pembinaan.

    Berkat tergali dan terinventarisirnya beberapa pangan alternatif seperti jenis tanaman garut, ganyong, anyeli, kunyit, bahkan yang terbaru ditemukannya alternatif pangan lainnya yaitu tanaman Jalawure, perekonomian warga desa Cigadog terus mengalami peningkatan.

    Selain Cigadog, kelompok tani jagung Mukti Tani dibawah binaan dinas TPHP Kabupaten Garut, yang berada di desa Dangdeur kecamatan Banyuresmi  berhasil mendapatkan penghargaan ketahanan pangan katagori kelompok tanaman pangan. Penghargaan juga di peroleh oleh kelompok tani strawbery Gemar Tani  yang berada di Desa Baru Dua Kecamatan malangbong. Kelompok tani gemar tani mendapatkan penghargaan katagori kelompok holtikultura.

    Penghargaan lain diraih oleh Sekolah Menengah Kejuruan  SPP/SPMA Garut yang berhasil meraih gelar juara umum gelar inovasi teknologi (GIT) tahun 2011, dengan raihan 3 katagori juara 1, yaitu: Juara 1 lomba keterampilan pemasaran produk pertanian; Juara 1 Lomba Pameran; serta Juara 1 lomba menyambut leaflet dengan komputer.

    Saat memberikan sambutan, Sekda mengungkapkan rasa bangga dan terimakasihnya atas peran serta seluruh stake holder. Dengan tumbuh kembangnya aktifitas masyarakat warga masyarakat yang berimplikasi pada perkembangan ekonomi, tentunya akan berdampak pula kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Kita semua berharap, prestasi yang diraih bukan hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan.

    Semoga hal serupa juga terjadi pada pelaksanaan kegiatan atau program yang lain. Dirinya berharap  berkembangnya usaha produktif yang berbasis potensi spesifik lokal, mampu meningkatkan ketersediannya pangan, sehingga melalui berbagai aktifitas tersebut berimbas kepada menurunnya angka pengangguran di kabupaten Garut, harap sekda.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus