Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    2019, PAD Hasil Usaha Pertambagan Capai Rp.198 Miliar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36390.jpg

    BANDUNG – Usaha pertambangan di Jawa Barat (Jabar) mampu memberikan pendapatan asli daerah (PAD) bagi kabupaten dan kota senilai Rp.198 miliar sepanjang tahun 2019. Hal itu disampaikan  oleh Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Jabar Tubagus Nugraha, saat acara JAPRI di Gedung Sate, Kamis (06/02/2020).

    “PAD yang masuk ke kabupaten dan kota sepanjang tahun 2019 lalu mencapai Rp.198 miliar,” jelasnya.

    Ia menambahkan tahun 2020 ini, target PAD usaha pertambangan dapat mencapai Rp.358 miliar, diluar dana bagi hasil pertambangan mineral logam dan non-logam.

    Namun disisi lain, diakuinya masih banyak tambang-tambang ilegal di jabar yang perlu ditertibkan bahkan segera ditutup. Masalahnya, izin usaha pertambangan masih menjadi kebijakan tingkat kabupaten dan kota.

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jabar Edi Nasution menambahkan data usaha tambang di Jabar bersifat dinamis karena mudah sekali muncul tambang-tambang baru. Namun, Pemda setempat selalu melakukan sosialisasi termasuk pembinaan bagi usaha pertambangan yang tidak memiliki ijin.

    “Kendalanya saat ini banyak tambang rakyat yang memiliki luas dibawah 5 hektar, sehingga perijinannya sulit. Minimal ijin diberikan jika luasnya lebih dari 5 hektar,” jelasnya.

    Salah satu upayanya adalah membentuk kelompok atau koperasi agar ijin tambang rakyat diperbolehkan. Namun tentunya ijin akan diberikan jika sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satunya tidak melanggar peruntukan tanah (RT/RW) dan tidak merusak lingkungan.

    “Penegakan hukum mutlak dilakukan bagi siapa saja yang melanggar aturan izin usaha pertambangan di Jabar,” tegasnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus