Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    JSH Gelar Workshop Strategi Tangkal Hoaks

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36472.jpg

    BANDUNG – Jabar Saber Hoaks (JSH) Jawa Barat (Jabar) menggelar workshop terkait pencegahan hoaks di Kantor Diskominfo Jabar, Rabu (12/02/2020). Hadir sekitar 60 peserta yang berasal dari kalangan media massa, komunitas dan pranata humas serta ASN di Jabar.

    Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Jabar Setiaji mengatakan sudah menjadi kewajiban bersama terutama media untuk meminimalisir penyebaran hoaks, ditengah gencarnya penyebaran hoaks melalui media sosial.

    “Memang tidak mudah membedakan hoaks, salah satu caranya yakni dengan melakukan konfirmasi ke JSH atau melihat berita media massa resmi ada atau tidak berita itu,” jelasnya.

    Hoaks menurut Setiaji akan tetap ada, bahkan akan semakin banyak jika mendekati tahun politik. Tahun ini adalah tahun politik karena beberapa daerah sedang menyelenggarakan Pilkada serentak. Hoaks terkait politik dapat menjadi alat untuk menjatuhkan lawannya.

    “Selain melalui teknologi, perlu juga pendekatan budaya lokal untuk menangkal hoaks,” tegasnya.

    Kedepannya hoaks harus bisa memanfaatkan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) ataupun UU PDP (Perlindungan Data Pribadi) untuk menindak pelakunya. Tujuannya agar hoaks tidak menjadi sesuatu hal yang lumrah karena gampang membuat hoaks dan tidak ada pasal yang menjerat pelakunya.

    Hadir sebagai pembicara dalam workshop adalah Adi Marsheila dari AJI Bandung dan Deni Yudiawan, Redaktur Pelaksana Managing Editor Pikiran Rakyat.

    Koordinator JSH Jabar Retha A, mengatakan workshop bertujuan agar peserta mampu menjadi inisiator dalam upaya pemberantasan hoaks bahkan mampu melakukan pengecekan fakta atas kebenaran sebuah berita.

    “Mampu melakukan fact check atas sebuah hoaks secara mandiri, sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Sebab harus Bersama-sama dalam memberantas hoaks. Semoga kedepannya hokas akan semakin berkurang dengan semakin mahirnya masyarakat melakukan fact check sebuah berita hoaks,” tuturnya. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus