Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mendorong Perbankan Syariah Menciptakan Ekosistem Halal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36497.jpg

    BANDUNG - Produk halal telah menjadi ekosistem baru dalam bisnis dunia dengan nilai fantastis dan sangat menjanjikan. Bukan hanya bagi masyarakat Muslim tetapi juga untuk semua kalangan. Tak heran jika di negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Inggris, Rusia, Tiongkok, dan Eropa Tengah berlomba-lomba membangun berbagai fasilitas demi mengembangkan bisnis produk halal.

    Kondisi itu tak terlepas dari potensi ekonomi industri halal yang sangat besar. Mengutip data Global Islamic Economy Report (GIER) 2016-2017, hingga tahun 2021 konsumsi makanan halal, produk keuangan Islam, travel, fashion, media dan rekreasi, kesehatan, serta kecantikan meningkat pesat. Di sisi lain, pertumbuhan penduduk Muslim di negara bersangkutan pun turut memicu kebutuhan akan konsumsi halal.

    Populasi Muslim dunia diperkirakan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030 atau 23 persen populasi dunia. Jumlah terbanyak ada di Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika Sub-Sahara, Eropa, hingga Amerika Utara dan Amerika Latin.

    Populasinya diperkirakan akan bertambah menjadi 29 persen populasi dunia hingga 2050.

    Di Indonesia, industri halal menjadi sektor prioritas yang dikembangkan pemerintah melalui masterplan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) 2019. Pengembangan ekosistem halal berkaitan erat dengan besarnya potensi yang dimiliki negara ini. Berdasarkan laporan Global Islamic Economy, Indonesia merepresentasikan pasar industri halal terbesar di dunia dengan nilai spending USD 218,8 miliar pada 2017.

    Nilai ini akan terus bertambah sekitar Compound Annual Growth Rate (CAGR/rasio pertumbuhan rata-rata gabungan) 5-6% per tahun. Sejumlah fakta penting itu terungkap dalam workshop Sawala, Bincang Ekonomi Syariah Media Jabar di savoy Homann Hotel, Bandung, Kamis (13/02/2020).

    Hadir dalam diskusi Menurut Ketua Prodi Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran Cupian,

    Pemimpin Divisi Penyelamatan dan Penyelesaian Pembiayaan Bank BJB Syariah, Asep Syarifudin dan Kepala Bagian Pengawasan Nonbank OJK Kantor Regional 2 Jawa Barat, Noviyanto Utomo. Dipandu moderator wartawan Pikiran rakyat Yulistyne.

    Direktur Utama Bank BJB Syariah Indra Falatehan membuka acara tersebut mengatakan industri keuangan syariah yang dikembangkan dalam bentuk perbankan syariah, asuransi, dan bentuk-bentuk layanan keuangan syariah non-bank lainnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    “Industri jasa keuangan syariah dengan volume usaha dan kekuatan permodalan kecil memiliki keterbatasan untuk meningkatkan daya saing dalam bentuk berinvestasi pada teknologi dan memiliki SDM terbaik, terlebih dalam kondisi persaingan ketat dengan dominasi sistem keuangan konvensional yang sudah mapan,” jelasnya.

    Untuk itu, kata Indra Falatehan, Bank BJB Syariah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan dan mendorong ekosistem halal, salah satunya dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadan Haji (BPS-BPIH), Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Umrah (BPS-BPIU), serta Kemeterian Pariwisata. Peran media juga diakui sangat signifikan guna mengedukasi dan menyosialisasikan ekonomi syariah ini. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus