Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Di Sumedang Ada Kampung 'Kaos Kaki'

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36533.jpg

    KAB. SUMEDANG - Ini benar nyata. Sebenarnya Kampung Kaos Kaki bukan nama  kampung, tetapi sebutan bagi sebuah tempat di Desa Cikondang Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang. Disebut demikian karena di sana banyak pengrajin kaos kaki, yang kini melembaga menjadi Badas Usaha Milik Desa atau Bumdes. 

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil Sabtu sore (15/02/2020) mengunjungi tempat tersebut. Selain melihat langsung aktivitas pembuatan kaos kaki, kang Emil, sapaan akrab Gubernur ingin memastikan bantuan Pemdaprov Jabar berupa 6 unit mesin modern pembuat kaos kaki bermanfaat dan dapat meningkatkan produktifitas kaos kaki.

    "Ada bantuan dari Pemprov Jabar dan BJB sebanyak 6 unit mesin, dan Saya berharap ini dapat meningkatkan produktifitasnya" ujar Kang Emil.

    Bagi Gubernur Ridwan Kamil, keberhasilan Kampung Kaos Kaki merupakan contoh nyata keberhasilan BUMDES mensejahterakan warganya melalui konsep satu desa satu produk atau satu desa satu perusahaan. 

    "Saya datang ke sini karena kami ada konsep OVOC (One Village One Company), atau satu desa satu start up. Di sini khasnya adalah kaos kaki karena demand-nya tinggi dan bisa menghidupi BUMDES di sini," kata Kang Emil

    Sebelumnya, salah seorang anggota  komunitas Garuda, penggerak kegiatan pemuda di Cikondang, Anggi Yusuf menuturkan, terbentuknya Bumdes berawal dari survey kebutuhan warga akan wadah peningkatan ekonomi.

    "Kami meminta rekomendasi, produk apa yang bisa pemuda Desa Cikondang buat. Ada tiga rekomendasi, alumunium, kopiah, dan kaos kaki," kata Anggi.

    Setelah rekomendasi itu muncul, Garuda memilih kaos kaki. Sebanyak 20 pemuda Cikondang pun mengikuti berbagai pelatihan pembuatan kaos kaki. Dengan mesin manual, mereka berupaya membuat barang berkualitas. 

    Perlahan dan pasti, produk kaos kaki asal Cikondang terdengar ke sejumlah daerah di Sumedang. Garuda melalui BUMDES Cikondang kemudian dijuluki Kampung Kaos Kaki. 

    "Produktivitas kami terhambat karena mesin yang ada belum maksimal. Bantuan dari Pemdaprov Jabar bisa meningkatkan produktivitas BUMDES kami," ucap Anggi. 

    Anggi berharap, dengan mesin baru yang lebih canggih, Kampung Kaos Kaki mampu memproduksi lebih banyak lagi kaos kaki. Dengan begitu akan ada lapangan kerja baru di Desa Cikondang. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus