Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BKKBN Harus Gandeng Kyai dan Ulama

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36539.jpg

    KOTA BANDUNG- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melantik Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Kusmana, menggantikan Sukaryo Teguh Santoso yang ditugaskan sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur. 

    Wagub mengharapkan, pimpinan BKKBN Jawa Barat yang baru harus terbangun komunikasi yang baik antara pemerintah, DPRD termasuk dengan komunitas masyarakat yang didalmnya ada pesantren serta sering datang ke berbagai tempat di daerah Jawa Barat dan itu harus dianjutkan.

    “Komuniasi seorang pimpinan itu sangat penting untuk mendengar dan memberikan solusi. BKKBN diharapkan juga harus bermitra dengan pemerintah khususnya Pemerintah Jawa Barat karena tugas dari BKKBN hampir sama dengan tugas pemerintah,” ucapnya.

    Wagub juga mengharapkan BKKBN melakukan kolaborasi dengan pemerintah dalam menuju titik-titik yang sama sehingga keberadaannya terasa oleh masyarakat.

    “Disitu ada BKKBN disitu ada pemerintah, pemerintah bisa diwakili oleh PKK untuk menuju visi misi kami dan juga visi misi mereka,” kata Wagub, usai melantik Kusmana,sebagai Kepala Perwakilan BKKBN, Jawa Barat, di Gedung Sate, Jumat (14/02).

    Wagub juga meminta BKKBN untuk menggandeng para Kyai dan para ulama dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang ada dilapisan bawah sehingga program BKKBN dapat menyentuh langsung kepada mereka.

    “Kalau mereka sudah sadar dan paham tidak usah dipaksa dalam melaksanakan apa yang diharapkan oleh BKKBN dan juga harus disampaikan kepada masyarakat kalau bisa lewat mulut-mulut kyai, lewat para ajengan,” ujarnya.

    Karena menurut Wagub, hingga saat ini masih ada stigma di masyarakat bahwa dengan KB ini adalah membuhun anak dan yang lainnya serta dengan KB mereka takut tidak mendapatkan rezeki.

    “Hal-hal semacam ini kan ulama bisa menerangkan, memang kita juga harus yakin kalau kita ber KB akan sedikit bukan karena takut dikasih rezeki, karena kalau kita beranggapan takut tidak mendapat rezeki berarti kan murtad bagi seorang muslim. Kita melaksanakan ini adalah demi kebaikan dan demi memiliki keturunan yang hebat,” tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus