Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Atalia: Hati-hati, Kalian Jangan Jadi Pelaku Bully

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36601.jpg

    INDRAMAYU - Di hadapan para siswa-siswi SMAN 1 Sindang Kabupaten Indramayu, Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Bunda Literasi Jabar Atalia Praratya Kamil mewanti-wanti para siswa agar tidak melakukan praktik bully dalam bentuk apapun kepada yang lain. Menurutnya, bully atau perundungan itu dampaknya sangat negatif terutama pada korban. Hal itu diungkapkan Atalia pada acara Siaran Keliling (Sarling) yang kali ini digelar di SMAN 1 Sindang Kabupaten Indramayu, Rabu (19/02/2020).

    "Kita tahu beberapa peristiwa meninggalnya seseorang, adalah akibat bullying. Ada yang menjatuhkan dirinya dari lantai atas sekolah kemarin, itu diduga akibat dibully temannya sendiri, dan masih banyak lagi kasus-kasus seperti itu akibat bullying" terangnya.

    Selain mewanti-wanti soal bullying, Atalia juga berpesan kepada para siswa dan hadirin untuk hati-hati dengan hoaks.

    "Jangan tergoda untuk cepat-cepat sharing info yang belum jelas kebenarnnya.  Ini juga akibatnya bisa fatal. Banyak orang bisa terpengaruh oleh info salah yang ikut kita sebarkan" katanya.

    Oleh karena itu Atalia mengajak para siswa dan para guru untuk menambah wawasan dengan banyak membaca dan mencari informasi yang bermanfaat. Dalam kegiatan Sarling di SMA 1 Sindang Indramayu itu Bu Cinta, sapaan akrab Atalia, sempat membagikan hadiah 2 sepeda kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan. Satu hadiah lagi dari Kepala Dinas Kominfo Jabar, Setiaji adalah Action Camera yang membuat gemuruh sambutan para siswa.

    Sebelum acara Sarling, Atalia sempat mengunjungi beberapa tempat di Indramayu khususnya Kecamatan Sindang. Di antaranya belanja di pasar tradisional Bangkir. Sambil belanja, di pasar bangkir Atalia sempat berpesan kepada ibu-ibu tentang bahaya micin.

    "Hati-hati ya Bu, kalau masak micinnya jangan berlebihan. Itu bahaya untuk kesehatan" serunya.

    Kemudian Atalia sempat mengunjungi Puskesmas Babadan dan satu Posyandu. Di Puskesmas Babadan , Atalia menyerahkan bantuan dana untuk penanganan stunting. Di Indramayu sebalumnya ada 168 kasus balita stunting, kini tinggal 12 kasus lagi yang harus ditangani. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus