Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    15 Tokoh Perempuan Garut Terima Penghargaan Bupati Garut

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/penghargaan.jpg

     

    Pada Peringatan Hari Ibu ke 83 Tingkat Kabupaten Garut, yang di laksanakan di lapang Otista, Kamis (22/12), Bupati Garut H. Aceng HM Fikri,S.Ag memberikan penghargaan kepada 15 orang tokoh Perempuan Garut. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemkab Garut atas peran pengabdian para kaum perempuan dalam membangun daerah. Berikut  para kaum perempuan yang mendapatkan penghargaan Bupati: 1) Prof.Dr. Hj. Ikeu Sartika Iriany,MS, guru besar Sosiologi dari Akademisi, 2) Ny.Nitta K Wijaya penerima Crime Prevention Award dari LCKI Jawa Barat, 3) Hj. Siti Maryam K.Biskat,persatuan Istri Purnawirawan (PERIP), 4) Dra.Hj.dedeh Sadiah, Lembaga dakwah Islam Indonesia (LDII), 5) Ny.Bekti Karman dari Pasundan Istri, 6) Ny.Rd.Hj. Juhro Sumpena dari Pasundan Istri, 7) Ny.Hj. Holimah Petrus, Koordinator Kewanitaan DPC Pepabri Garut, 8) Ny.Hj. Itjeu Abdurahman dari pengajian Al Hidayah Kabupaten Garut, 9) Ny. Mien Suminar, Tim Penggerak PKK kabupaten Garut, 10) Ny. Umarudin, Persatuan Wanita republik Indonesia, 11) Ny.Mien karmini dari Ikatan pembuat Hantaran Indonesia (IPHI) Pancawati, 12) Ny.Iriani,S.Sos, Bidan Berprestasi, 13) Ny.Sri Wahyuni, Pos KB  Desa Berprestasi, 14) Ny. Heni, Guru berprestasi dari PGRI, 15) Ny. Atih Darotul Yatimah, karyawan berprestasi dari PT Herlinah Cipta Pratama.
     
    Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan alat-alat sekolah kepada 30 orang anak sekolah penyandang cacat yang diterima secara simbolis oleh Udin, serta bantuan masing masing 150 ribu kepada 20 orang anak sekolah penyandang cacat, bantuan dari Gubernur Jawa Barat. Saat membacakan sambutan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ny.Linda Agum Gumelar, Bupati menyampaikan, pelaksanaan Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap 22 desember, selain dilaksanakan untuk mengenang penyelenggaraan kongres Perserikatan Perempuan Indonesia  yang pertama pada tanggal 22 Desember 1928, Peringatan juga sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan panjang kaum perempuan Indonesia, yang bersama-sama dengan kaum laki-laki merebut kemerdekaan Negara Indonesia.
     
    Hari Ibu merupakan peringatan terhadap nilai-nilai perjuangan kaum perempuan yang mendambakan nilai persatuan dan kesatuan, nilai kebangsaan, nilai untuk kemerdekaan dan nilai kasih sayang ibu serta nilai kerelaan berkorban untuk berjuang membangun Indonesia. Bupati juga menyampaikan, bahwa perjuangan mewujudkan kemajuan dan pemajuan kaum perempuan sepenuhnya belum berhasil, hal tersebut dapat dilihat dari masih banyaknya perempuan hanya berperan sebagai objek pembanguan, bukan sebagi subjek pembangunan. Perempuan Indonesia itu aset pembangunan yang potensial. kita harus menggerakkan agar potensi yang ada pada kaum perempuan bisa didorong untuk mengisi kemerdekaan dan membangun hari depan Indonesia yang lebih baik. Kita juga harus melihat kaum perempuan sebagai seorang ibu, yang melalui peran utamanya akan dapat membantu membangun karakter bangsa, jati diri bangsa dan budi pekerti bangsa, hal ini artinya kaum perempuan sangat berperan ikut mengukir peradaban manusia dan dunia.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus