Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ridwan Kamil Sang Pengisi Suara Grada Dalam Film Riki Rhino

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36643.jpg

    KOTA BANDUNG- Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil menjadi salah satu pengisi suara dalam film animasi karya anak bangsa berjudul Riki Rhino yang diproduksi Batavia Pictures.

    Dalam film yang mengangkat keberagaman flora dan fauna di Indonesia dan mengambil setting di beberapa lokasi Taman Nasional di wilayah Sumatera, Ridwan Kamil mengisi suara Grada, yaitu seekor Elang Jawa.

    Menurut Kepala Bidang Industri Pariwista Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Azis Zulfikar awal mula Gubernur menjadi pengisi suara Grada dalam film Riki Rhino, ketika Batavia Pictures menawarkan untuk melakukan kerjasama secara konten pembuatan film animasi ini.

    “Elang Jawa itu unik dan juga icon khas Jawa Barat, nah menurut penilaian temen-temen dari Batavia Pictures, Kang Emil panggilan Ridwan Kamil sangat pas untuk memerankan Grada di film animasi Riki Rhino,” katanya.

    Azis menyatakan, yang paling penting dalam film animasi Riki Rhino, yaitu pesan yang diangkat terhadap Elang Jawa ini, yaitu Elang Jawa merupakan hewan endemik Jawa Barat yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

    “Elang Jawa ini merupakan hewan endemik Jawa Barat, ada di Kuningan, ada di Garut yang memang keberadaannya hampir punah,” kata Azis, dalam Jawa Barat Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (20/02/2020).

    Azis menambahkan, salah satu tugas kita sebagai pelestarian alam dan pelestarian hewan, tentunya kita harus mengenalkan bahwa Elang Jawa ini menjadi kebanggaan Jawa Barat.   

    “Elang Jawa merupakan icon Jawa Barat yang mungkin salah satunya adalah menjadi hewan yang bisa jadi menjadi slogan atau misalnya menjadi sebuah karakter kuat bahwa Jawa Barat diwakili oleh Elang Jawa, matanya tajam, kuat keprbadiannya dan kuat punya pendirian,” ucapnya.

    Perlu diketahui bahwa dalam film ini, penonton akan menjumpai satwa-satwa langka yang terancam punah yang sengaja dihadirkan oleh kreatornya untuk membangkitkan kecintaan dan upaya pelestarian flora dan fauna kedepannya. Rencananya film animasi ini tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Februari 2020. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus