Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tips-Tips Agar Terhindar Dari Berita Hoaks

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_36713.jpg

    Kab.Purwakarta - Memasuki era digital seperti saat ini, keberadaan media sosial (medsos) sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat terutama para generasi milenial. Bahkan tak heran jika kini satu orang bisa mempunyai lebih dari satu akun medsos.

    Media sosial memang memiliki dampak positif di kehidupan kita seperti halnya memperluas pertemanan, sarana mengembangkan keterampilan, dan media penyebaran informasi. Akan tetapi,layaknya pisau bermata dua yang mempuyai dua sisi, media sosial pun memiliki sisi negatif apalagi jika kita tidak bijak dalam menggunakannya. Tak jarang tindak kejahatan terjadi karena disebabkan oleh media sosial, apalagi kini sedang maraknya penyebaran berita hoaks yang dapat mengguncangkan dunia.

    Oleh karena itu, Tim Jabar Saber Hoaks selalu gencar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berita hoaks. Kali ini, bersama 250 siswa/siswi SMKN 1 Plered, Jabar Saber Hoaks menggelar Sosialisasi bertemakan "Eksis Tanpa Rasis di Medsos", Rabu(26/02/2020).

    Wakil Koordinator Jabar Saber Hoaks Ganjar Darussalam menyampaikan, saat ini penduduk yang paling banyak di Indonesia adalah generasi milenial. Jika generasi milenial tidak paham betul bagaimana cara menggunakan media sosial dan tidak dapat membedakan mana berita fakta/berita hoaks maka Indonesia akan hancur. Karenanya, Ganjar mengingatkan kepada para siswa/siswi SMKN 1 Plered untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan membiasakan menyaring terlebih dahulu berita yang didapat sebelum menyebarkannya.

    Mendukung pernyataan Ganjar, Kasubag penyusunan rancangan peraturan ditjen aptika Denden Imadudin Soleh pun memberikan beberapa tips kepada para siswa/siswi SMKN 1 Kab. Purwakarta agar terhindar dari berita hoaks, diantaranya yaitu: 

    1. Bacalah berita hanya dari sumber yang layak dipercaya dan kredibel.
    2. Baca dulu isi beritanya, baru share ke media sosial. Banyak orang yang hanya setelah membaca judul dan gambarnya, langsung menyebarkan berita tersebut ke        media sosial tanpa mengetahui dan memahami isi berita. 
    3. Lihat alamat situs. Bila mendapatkan informasi hoaks berupa pemberitaan media, perhatikan nama media yang membuat berita sekaligus alamat situs.
    4. Cek Fakta. Perhatikan narasumber yang dicantumkan dalam berita tersebut, apakah berasal dari sumber resmi atau yang memiliki kredibilitas. Pembaca juga sebaiknya dapat membedakan antara fakta dan opini. Fakta merupakan peristiwa yang terjadi dan ada bukti sedangkan opini adalah pendapat dan kesan dari  penulis.
    5. Jangan menelan mentah-mentah informasi yang ditemukan di internet. Pelajari setiap informasi yang didapat dari internet. Lakukan cross check dengan membaca informasi serupa dari situs lain. Dengan demikian kita akan lebih paham mana informasi yang bermanfaat dan mana yang menyesatkan.
    6. Jangan percaya mitos.Masyarakat Indonesia masih banyak yang percaya dengan mitos-mitos tidak masuk akal, orang-orang seperti ini sangat mudah percaya dengan informasi yang tidak benar namun karena banyak yang share di medsos, mereka jadi percaya juga.
    7. Jangan mudah terprovokasi.
    8. Selalu ingat, bahwa tidak semua yang dibaca di internet dan media sosial adalah benar.

    Dengan tips tersebut, diharapkan seluruh siswa/siswi SMKN 1 Plered Kab. Purwakarta selaku generasi milenial dapat menerapkannya di kemudian hari ketika mendapat sebuah berita yang belum jelas kebenarannya. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus