Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wow, Tel-U Ciptakan Robot Bantu Penanganan Covid-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_37296.jpg

    KOTA BANDUNG- Semakin meningkatnya kasus suspect dan positif Corona (Covid 19) di Indonesia, berbagai upaya tindakan dilakukan oleh tim medis salah satunya adalah dengan melakukan isolasi pada suspect atau pasien positif Covid-19.

    Disinfeksi dan Sterilisasi ruang isolasi juga sangat diperlukan untuk menghilangkan dan mengurangi kontaminasi mikroorganisme termasuk virus Covid 19) baik yang menempel pada benda (peralatan), lantai ataupun udara. 

    Interaksi langsung tim medis terhadap pasien positif Corona masih membuka peluang penularan yang sangat lebar. Untuk mengurangi resiko penularan terhadap tim medis, diperlukan sebuah metode dan alat disinfeksi sterilisasi yang efektif secara jarak jauh (remote).

    Berdasarkan latar belakang tersebut, Tim dari Telkom University berhasil membuat sebuah alat inovasi yaitu Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR), yang bisa dimanfaatkan untuk Desinfeksi & Sterilisasi pada Ruang Isolasi Pasien Positif Covid-19 tanpa campur tangan manusia secara langsung, sehingga dapat meminimalisir penularan Covid-19. 

    Rektor Telkom University, Prof. Dr, Adiwijaya menyampaikan “Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) ini merupakan Robot AUMR pertama di Indonesia dan akan diujicobakan di Rumah Sakit Pindad Bandung dan Wisma Atlet Jakarta.

    “Sebelumnya alat yang serupa digunakan di beberapa negara salah satunya Denmark. Semoga alat ini bermanfaat untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia,” ucap Adiwijaya, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id, Minggu (05/04/2020)

    Alat ini akan bekerja ketika organisme biologi terpapar sinar UV dalam kisaran 200 nm dan 280 nm, maka sinar tersebut akan diserap oleh DNA, RNA dan protein. Penyerapan tersebut akan menyebakan pecahnya dinding sel protein dan tentunya kematian organisme tersebut.

    Penyerapan sinar UVC oleh DNA dam RNA (khususnya basa timin) diketahui menyebabkan inaktivasi untai ganda DNA atau RNA melalui pembentukan dimer timin. Jika cukup dimer ini diproduksi dalam DNA maka akibatnya proses replikasi DNA akan terganggu dan tentunya sel tidak dapat mereplikasi.

    Robot yang dibuat dengan biaya Rp250 juta ini, nantinya dapat beroperasi hingga kurun waktu 5 jam, untuk sistem kerja UVC nya bisa berlangsung sekitar 1 jam. Kontrol terhadap robot ini bisa dilakukan dalam beberapa mode, bisa menggunakan remote control, autonomous control mode dengan melakukan line tracking atau laser range navigation. Robot ini juga sudah dilengkapi sensor ultrasonic untuk menghindari menabrak benda di sekitarnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus