Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Waroeng BJB Diilhami Potensi Pasar Tradisional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Bien-Subiantoro.jpg

     

    BANDUNG- Dirut bank BJB, Bien Subiantoro dalam konpres yang berlangsung di Pasar Kosambi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peluncuran Waroeng BJB, Senin (9/1) mengungkapkan diluncurkannnya Waroeng BJB yang sekarang sudah resmi diluncurkan di Pasar Kosambi, Kota Bandung dan Pasar Kanoman Kabupaten Cirebon diilhami dengan adanya potensi yang besar di pasar tradisional.
     
    Gagasan tersebut muncul, tatkala berkunjung ke Pasar Soreang, Kabupaten Bandung. Di lokasi tersebut layanan serupa sudah dibuat oleh salah satu bank nasional. Adanya hal tersebut, patut dicontoh oleh Bank BJB mengingat Bank BJB sebagai salah satu bank daerah yang telah memiliki porto folio dalam penyaluran kredit usaha mikro.
     
    Melalui Waroeng BJB, jumlah porto folio kredit mikro utama yang dalam tahun 2011 mencapai Rp. 3 triliun diharapkan dapat terus meningkat jumlahnya. Di sisi lain, para pedagang yang membutuhkan dukungan permodalan dari bank dapat melaksanakan transaksi dengan mudah dan cepat.
     
    Dalam merespon keinginan para nasabah yang tentunya membutuhkan layanan mudah dan cepat, dalam Waroeng BJB dilengkapi dengan perangkat IT. Melalui penerapan sistem tersebut, yang terus ditingkatkan kualitasnya diharapkan dapat kian mempercepat proses pelayanan. Sekarang prosesnya membutuhkan waktu 5 hari, melalui peningkatan kualitas IT diharapkan pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari.
     
    Untuk sumber kredit yang difasilitasi melalui layanan Waroeng BJB, antara lain : kredit mikro, Kredit Cinta Rakyat, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
     
    Waroeng BJB, selain dapat memperluas ekspansi kredit kepada masyarakat juga dapat mendukung perluasan lapangan kerja karena dalam pelaksanaan pelayanan Waroeng BJB diaktifkan tenaga pemasaran dan tenaga lapangan. Tenaga kerja yang terserap dapat mencapai 3.000 orang.
     
    Bien, dalam bagian lain keterangannya mengungkapkan sebagai gambaran realisasi kredit dibawah kelolaan Divisi Mikro Bank BJB per triwulan III tahun 2011 mencapai Rp.2,93 triliun atau pertumbuhannya jika dibandingkan dengan trilwulan III tahun 2010 mencapai 42,75%. Untuk penyaluran kredit bank BJB per triwulan III mencapai Rp.27,82 triliun atau tumbuh 24,31% dibandingkan triwulan III tahun 2010. (Nur)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus