Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pasokan Beras Terus Berkurang

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/beras_super11.jpg

    BANDUNG - Stok beras pada pedagang menurun akibat pasokan distributor terus berkurang. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat harga beras terus naik. Ketua Umum Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat), Usep Iskandar Wijaya menyatakan potensi kenaikan harga beras akan terus terjadi hingga bulan Maret nanti.

     
    “Turunnya pasokan yang berakibat menipisnya stok beras pada tingkat pedagang karena beberapa faktor. Di antaranya, kondisi cuaca yang buruk. Menurutnya, tidak sedikit petani yang mengalami gagal panen. Itu membuat harga jual terus naik. Tentunya, ini membuat Jabar terancam krisis pangan," ujar Usep.
     
    Selain itu ia menduga tidak tertutup kemungkinan, spekulan turut bermain-main. Kondisi ini dapat semakin parah seiring dengan pemberlakuan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang secara resmi digulirkan pemerintah 1 April 2012.
     
    "Hal itu dapat menyebabkan biaya transportasi naik. Otomatis, harga jual pun turut mengalami kenaikan," kata Usep.
     
    Saat ini, tutur Usep, harga jual beras komoditi rendah, nilainya Rp 6.000-6.800 per kilogram. Sedangkan beras medium, harga jualnya lebih mahal lagi. Angkanya, nyaris menembus Rp 9.000 per kilogram. "Secara rata-rata, harga jual beras medium, maksimalnya Rp 8.800 per kilogram. Minimalnya, harga jual beras medium senilai Rp 8.000 per kilogram," sebutnya.
     
    Melihat kondisi itu, sebaiknya, pemerintah segera melakukan langkah-langkah konkret. Pemerintah, tegas dia, jangan baru bertindak apabila harga jual melewati Rp 10.000 per kilogram.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus