Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Maret 2020 , Ekspor Alami Penurunan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_37683.jpg

    BANDUNG - Nilai ekspor Jawa Barat Maret 2020 mencapai USD 2,39 miliar atau menurun 1,20 persen dibanding Februari 2020. Sedangkan jika dibandingkan Maret 2019 turun 3,82 persen.

    Ekspor Non Migas Maret 2020 mencapai USD 2,38 miliar, turun 1,16 persen dibanding Februari 2020. Sedangkan ekspor Migas turun sebesar 8,73 persen, menjadi USD 12,38 juta.

    "Secara kumulatif, nilai ekspor Jawa Barat Januari-Maret 2020 mencapai USD 7,18 miliar atau menurun 2,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor Non Migas mencapai USD 7,13 miliar atau menurun 2,67 persen," ujar Kepala BPS Jabar Dody Herlando.

    Penurunan ekspor Non Migas terbesar Maret 2020 terhadap Februari 2020 terjadi pada Golongan Pakaian Jadi Bukan Rajutan (-14,60 persen), diikuti oleh Serat Stafel Buatan (-12,70 persen) serta Barang-barang Rajutan (-8,79 persen).

    Menurut sektor, ekspor Non Migas hasil industri pengolahan Maret 2020 turun 3,56 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019, serta ekspor hasil tambang dan lainnya turun 29,19 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 126,21 persen. 

    Ekspor Non Migas Maret 2020 terbesar adalah ke Amerika Serikat, yaitu USD 401,47 juta, disusul Jepang USD 254,57 juta, dan Thailand USD 184,99 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,38 persen.

    Sehingga nilai neraca perdagangan luar negeri Jawa Barat Maret 2020 surplus USD 1,66 miliar, dengan demikian kumulatif Januari-Maret 2020 surplus mencapai USD 4,85 miliar. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus