Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ini yang Harus Diperhatikan di PPDB Jabar 2020

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_37760.jpg

    BANDUNG - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah melaunching pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK dan SLB tahun ajaran 2020/2021. Pendaftaran akan dimulai 2 tahap yakni 8-12 Juni dan 25 Juni - 1 Juli 2020. 

    Lalu apa saja yang harus diperhatikan baik guru di sekolah serta orangtua dan siswa agar pelaksanaannya berjalan lancar? 

    Pertama, guru/wali kelas di sekolah asal (SMP/MTs) agar mempersiapkan data-data akademis siswa terutama rapot.

    Data tersebut harus diunggah ke dalam situs resmi PPDB yang sudah dipersiapkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Nilai rapor ini sangat penting karena menjadi acuan SMA/SMK dalam menentukan diterima atau tidaknya siswa saat mendaftar melalui jalur prestasi akademis. Sedanhkan waktu pengunghannya adalah 13 Mei - 5 Juni 2020. 

    Saat mendaftar, hal pertama yang harus dilakukan siswa adalah mengecek rapor yang sudah diunggah sekolah. Pengecekan ini dilakukan dengan mengakses situs PPDB melalui masing-masing akun yang sudah diberikan.

    Setelah itu, siswa tinggal memilih SMA/SMK tujuan dan akan mendaftar melalui jalur apa. Tahap pertama pada 8-12 Juni diperuntukkan bagi pendaftar melalui jalur prestasi akademis, prestasi perlombaan, dan afirmasi, sedangkan tahap kedua pada 25 Juni - 1 Juli khusus untuk jalur zonasi. 

    Pendaftaran SMA/SMK secara daring ini bisa dilakukan mandiri oleh siswa/orangtua, atau dibantu oleh guru/wali kelas di sekolah asal. 

    Ketua I PPDB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Yesa Sarwedi mengatakan, bantuan dan komunikasi dengan guru inipun penting untuk menentukan pilihan jalur pendagtaran.

    "Maka peran dari guru/wali kelas di SMP itu jadi sangat penting. Bukan berarti semua peran (PPDB) lari ke SMP," katanya.

    Sebab, lanjut Yesa, sekolah yang dituju siswa pun memiliki tanggungjawab yang sama dalam pelaksanaan PPDB ini. Sebagai contoh, menurutnya pihak terkait di SMA/SMK harus memverifikasi data-data siswa pendaftar.

    "Misal zonasi. Harus diverifikasi, titik koordinatnya benar enggak. Lalu KK-nya di Disdukcapil benar enggak seperti itu," katanya.

    Bahkan, tambah dia, sekolah yang dituju harus mengecek langsung kondisi dari keluarga siswa pendaftar. "Artinya peran-peran itu ada di sekolah asal dan sekolah yang dituju," katanya.

    Kejelasan lebih detail tentang PPDB Jabar bisa dilihat di website PPDB Jabar ppdb.disdik.jabarprov.go.id, atau disdik.jabarprov.go.id. (Pun) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus