Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mari Terapkan Pola Hidup Baru dan Berdamai dengan COVID-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_37831.jpg

    KOTA BANDUNG- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai hidup baru dengan mengubah perilaku dan menyesuaikan diri di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebut perlu dilakukan karena hanya itu satu-satunya cara untuk berdamai dengan virus corona jenis baru.

    "Bukan menyerah. Berdamai bukan menyerah. Tetapi kita harus beradaptasi untuk merubah pola hidup kita, dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, yang benar, yang berdisiplin. Ini yang kita sebut sebagai pola kehidupan yang baru,” ujarnya.

    Menurut Yuri, dalam beberapa waktu terakhir ini banyak masyarakat yang terpaksa harus tidak bisa bekerja akibat dampak COVID-19 dimana harus kehilangan pekerjaan sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan yang kompleks, mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

    "Melalui cara berpikir yang baru, bersikap yang baru dan lebih produktif, maka masyarakat dapat menghindari permasalahan yang muncul akibat dari dampak COVID-19 tersebut," kata Yuri, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id, Sabtu (16/05/2020).

    Yuri mengajak seluruh masyarakat untuk segera melaksanakan dan kemudian segera diimplementasikan, dihadapkan pada beberapa dampak COVID-19 ini di dalam kehidupan masyarakat kita. Karenanya saat ini  harus kita mulai berubah dengan cara berpikir yang baru, dengan bersikap yang baru, yaitu kita harus produktif dan aman dari COVID. 

    "Ini bisa kita capai manakala kita memahami betul protokol kesehatan yang sudah ditentukan dan memegang teguh pelaksanaan protokol ini, konsisten, tidak terputus tanpa terkecuali,” ucapnya.

    Menurut Yuri, cara-cara menerapkan kehidupan yang baru adalah tetap melakukan sebagaimana kehidupan normal, yang kemudian diimbangi dengan upaya selalu membiasakan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan tidak keluar rumah.

    “Inilah cara hidup kita yang baru. Cara hidup kita yang selalu membiasakan untuk menjaga kebersihan diri. Selalu membiasakan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan kemudian kalau tidak perlu tidak keluar dari rumah,” jelasnya.

    Yuri mengharapkan, masyarakat dapat mematuhi ajuran pemerintah lainnya yang termasuk sebagaimana yang diatur dalam Surat Edaran nomor 4 tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dalam kerangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    “Produktif dan aman terhadap COVID, kemudian menjadi dasar bagi diterbitkannya Surat Edaran nomor 4 tentang beberapa pengecualian dalam moda transportasi,  untuk yang usia 45 tahun diizinkan untuk kembali produksi, tetapi di dalam kerangka PSBB, yaitu hidup baru,” terangnya.

    Yuri juga mengatakan, apabila masyarakat tidak berdaptasi dengan pola hidup baru dan sistem seperti yang telah diatur oleh pemerintah, maka hal itu akan menjadi buruk, terlebih virus SARS-CoV-2 ini belum benar-benar bisa dihilangkan dari muka bumi.

    "Hanya satu yang bisa kita lakukan untuk tetap bertahan, beradaptasi dengan pola hidup yang baru. Pola hidup dengan memegang teguh dan menjalankan secara disiplin semua protokol kesehatan, yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ini cara hidup yang baru, dan ini pilihan kita, kalau kita ingin selamat, kita ingin survive dari kondisi yang melanda muka bumi saat ini,” pungkasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus