Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rumah Zakat Bangun 33 Titik Lumbung Pangan dan Berdayakan UMKM

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_37846.jpg

    KOTA BANDUNG- Zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) memegang peranan penting dalam mengatasi dampak dari Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, ekonomi hingga pangan. Untuk sektor kesehatan, dana Ziswaf dapat dimanfaatkan untuk program penyediaan alat perlindungan diri tenaga medis, ventilator hingga suplemen kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, sementara untuk sektor ekonomi, dana Ziswaf digunakan untuk memberdayakan pelaku UMKM yang usahanya terdampak.

    CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan, melalui dana sosial yang diamanahkan donatur, pihaknya berupaya membantu 518 UMKM yang terdaftar sebagai unit usaha terdampak Covid-19, dengan bantuan yang diberikan bukan hanya modal, tetapi juga pendampingan agar usaha mereka dapat terus berjalan di tengah pandemi.

    "Kami berupaya memanfaatkan dana Ziswaf untuk mendirikan lumbung pangan yang kini tersebar di 33 titik di delapan provinsi yang  saat ini sudah menghasilkan 60 ton beras yang bisa digunakan oleh masyarakat di daerahnya dan juga disimpan sebagai cadangan pangan di masa krisis," ucapnya.

    Melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id, Selasa (19/05/2020),  Nur mengakui bahwa konsep lumbung pangan ini terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf dalam menangani krisis dan kedepan pihaknya akan terus berupaya untuk menambah titik lumbung pangan, sebagai wujud ikhtiar mencegah dampak dari krisis pangan yang diprediksi akan terjadi.

    Sementara itu, Chief Program Officer, Murni Alit Baginda menyatakan, dimasa pandemi Covid-19 ini ibadah qurban merupakan salah satu momen yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan cadangan pangan bagi Indonesia dan dunia yang caranya menggunakan teknologi untuk mengemas daging qurban agar memiliki daya tahan yang lebih lama, sehingga dapat didistribusikan sepanjang tahun.

    "Sejak tahun 2000, Rumah Zakat menggulirkan program Superqurban yakni pengolahan daging qurban menjadi kornet dan juga rendang yang memiliki daya tahan hingga tiga tahun sehingga praktis untuk didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia bahkan dunia. Kami yakin kalau Superqurban ini dapat menjadi salah satu upaya dalam penyediaan cadangan pangan di masa pandemi Covid-19," tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus