Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masa AKB, Layanan Ini Siap Dibuka Kembali di RSHS

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38005.jpg

    KOTA BANDUNG- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) mencatat saat ini telah terjadi penurunan yang cukup signifikan pasien Covid-19 yang dirawat di RSHS, berbeda sangat jauh ketika awal kasus Covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia.

    Menyusul adanya panduan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil serta arahan dari bapak Dirjen Yankes Kemenkes tetang kesiapan pelayanan dalam New Normal, maka RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai RS Rujukan tertinggi di Jawa Barat akan mulai membuka kembali beberapa layanan yang sebelumnya dibatasi, dengan cara selektif dan bertahap serta dengan menerapkan beberapa ketentuan tambahan sebagai pencegahan penularan penyakit Covid-19.

    Dirut RSHS Bandung, R. Nina Susana Dewi mengatakan, ada beberapa layanan di RSHS yang dibuka pasca mulai menurunnya kasus Covid-19 yang datang ke RSHS diantaranya layanan rawat jalan, rawat inap dan operasi selektif.

    Untuk layanan pasien rawat jalan, prinsipnya semua jenis layanan dapat dilayani seperti biasanya. Pembatasan masih berlaku untuk pasien kontrol yang hanya memerlukan pengambilan obat saja, pengambilan obat dapat dilakukan untuk masa yang lebih lama, 1 bulan sekali. Serta pendaftaran secara online, masker, social distancing, hand hygine, pengantar dibatasi, skrining suhu.

    Untuk layanan rawat inap, sebelum pasien masuk ke ruangan akan dilakukan skrining/tes cepat covid19 (dengan biaya rumah sakit) terlebih dahulu untuk menentukan apakah pasien akan dirawat di ruang perawatan covid (gedung Kemuning) atau di ruang perawatan non covid. Untuk mengurangi risiko penularan covid-19 di ruang perawatan diberlakukan beberapa batasan diantaranya pembatasan bagi penunggu pasien hanya diperbolehkan 1 orang, memakai identitas khusus, masker, hand hygine, menjaga kebersihan.

    Layanan operasi dibuka kembali secara bertahap dan selektif yaitu untuk kasus-kasus operasi yang direncanakan (operasi elektif). Lama perawatan di ruangan setelah operasi tidak melebihi 5-7 hari. Sebagai upaya pencegahan covid19, pada pasien-pasien yang akan dilakukan operasi, RSHS melakukan pemeriksaan skrining covid-19 terlebih dahulu dengan beban biaya dari rumah sakit.

    Menurut Nina, untuk kemudahan akses, RSHS merencanakan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat membuat sistem antar jemput bagi pasien umum (non covid) yang akan berobat ke RSHS, yang berasal dari kota / kabupaten lain menggunakan bus di titik kumpul yang ditentukan. 

    "Untuk anter jemput pasien, RSHS masih mencari donatur dari perusahaan transportasi umum," kata Nina, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id, Rabu (03/06/2920). (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus