Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wargi Masih Harus Bersabar Jika Ingin Naik Kereta Api Reguler

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38019.jpg

    KOTA BANDUNG- PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memperpanjang pembatalan seluruh perjalanan Kereta Api Reguler hingga tanggal 30 Juni 2020, baik untuk jarak jauh maupun menengah, baik menuju arah barat (Jakarta, Ciirebon, Semarang) maupun  menuju timur (Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya).

    Menurut Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Noxy Citrea, pembatalan sementara seluruh perjalanan KA reguler jarak jauh ini dilakukan sebagai dukungan kebijakan upaya pencegahan penyebaran dan penularan covid-19. 

    "Sebelumnya PT KAI menerapkan pola pembatalan sementara perjalanan KA sampai dengan tanggal 31 Mei 2020. Pembatalan perjalanan ini akan terus dilakukan evaluasi oleh pihak PT KAI dan mengikuti perkembangan di lapangan,” ucapnya.

    Noxy mengatakan, PT KAI sudah menyiapkan pedoman New Normal dalam pelayanan kepada pelanggan baik pada bisnis angkutan penumpang dan barang,  ini sebagai bentuk adaptasi pelayanan perkeretaapian dengan mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan. 

    “Pedoman ini dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar Covid-19 pada masa New Normal,” ujar Noxy, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id, Kamis (04/06/2020).

    Noxy menerangkan, pedoman New Normal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi dan pedoman tersebut akan diaplikasikan ketika Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi. 

    “Saat ini, KAI masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan dan terus memperhatikan perkembangan penerapan PSBB di berbagai daerah,” jelasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus