Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Seperti Ini Kesiapan AKB di Masjid Agung Tasikmalaya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38022.jpg

    KOTA TASIKMALAYA- Berbagai persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten di Jawa  Barat yang akan melaksanakan New Normal atau di Jawa Barat disebut sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dan untuk tahap awal pelaksanaan AKB di Jawa Barat hanya diberlakukan di tempat-tempat ibadah.

    Kesiapan sejumlah rumah ibadah dalam menghadapi AKB, khususnya di Kota Tasikmalaya ditinjau langsung Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum yang datang langsung ke Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

    Di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Wagub yang didampingi langsung Walikota Tasikmalaya Budi Budiman dan pengurus masjid mengecek koridor tempat salat yang sudah diberi penanda dengan jarak satu meter bagi setiap jemaah.

    Menurut Wagub, secara umum Masjid Agung Kota Tasikmalaya sudah mematuhi aturan pemerintah pusat maupun provinsi seperti melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala, menyediakan fasilitas cuci tangan/hand sanitizer di pintu masuk dan keluar, tidak mengizinkan jemaah dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius untuk masuk dan memasang imbauan/poster protokol kesehatan di berbagai area masjid sesuai Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia No. 15/2020.

    "Saya mengontrol ketaatan dan kesigapan jelang penerapan AKB. Kota Tasikmalaya termasuk wilayah Zona Biru sehingga fasilitas umum, tempat ibadah, perekonomian termasuk mall, boleh dibuka (dengan adaptasi), syarat (beradaptasi agar tetap aman dan produktif) ada tiga, yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Saya lihat Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Alhamdulillah ada ketaatan dalam melaksanakan hal seperti itu," ucapnya.

    Wagub mengajak kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya umat Muslim untuk tidak hanya melakukan ikhtiar dhohir atau duniawi, tapi juga ikhtiar batin dengan terus berdoa, meningkatkan iman dan takwa, dan membaca sholawat harus dilakukan.

    "Pemdaprov Jabar memiliki tiga benteng pertahanan dalam penerapan AKB, yaitu  menguatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terus melaksanakan tes di berbagai daerah serta kecepatan dalam menangani masalah Covid-19 sehingga tidak menyebar kemana-mana. Jabar memiliki penanganan Covid-19 terbaik tingkat nasional yang semua ini hasil kolaborasi provinsi dan kabupaten/kota," kata Wagub, disela-sela peninjauan kesiapan AKB di Kota Tasikmalaya, Kamis (04/06/2020).

    Selain meninjau Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Wagub juga melakukan  pengecekan kesiapan pusat perbelanjaan Mall Asia Plaza menjelang AKB.

    Perlu diketahui bahwa di Jawa Barat, pelaksanaan AKB bisa dilakukan di 15 daerah, salah satunya Kota Tasikmalaya, yang ditetapkan sebagai Zona Biru (Level 2) oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar setelah melalui kajian ilmiah berdasarkan sembilan indeks, di antaranya laju ODP, PDP, risiko geografis, dan angka reproduksi COVID-19.

    Nantinya, pemerintah daerah kabupaten/kota yang ingin menerapkan AKB harus lebih dulu mencabut status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat mengajukan surat permohonan AKB kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus