Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    3 Sektor Ekonomi Ini Ternyata Lebih Kuat Hadapi Covid-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38090.jpg

    BANDUNG - COVID-19 telah membuat perekonomian menjadi terganggu. Namun ada beberapa sektor ekonomi yang tetap bertahan bahkan justru meningkat di tengah pandemi.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan beberapa sektor ekonomi yang tidak terdampak oleh pandemi COVID-19 yaitu pertanian, peternakan, perikanan, pangan dan logistik. 

    Demikian dikatakan Gubernur saat menjadi narasumber pada diskusi online Tribun Jabar dengan tema "Menilik Peran Pemprov Jabar dalam Pemulihan Ekonomi dengan Cepat dan Tepat", di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (11/6/20) malam.

    "Hasil kajian ekonomi yang tidak bisa diinterupsi oleh COVID-19 adalah pertanian, peternakan, perikanan, pangan dan logistik. Jadi kalau mau sukses dalam situasi apapun ternyata kembali ke urusan perut dan pengirimannya. Maka nanti 2021 untuk pemulihan ekonomi saya akan fokus kembali ke desa yang akan diperkuat dengan infrastruktur digital," kata Gubernur.

    Gubernur memiliki lima prinsip dalam menangani dampak pandemi, yakni proaktif, transparan, kolaboratif, inovatif dan ilmiah. Prinsip terakhir ini menyerap masukan dari para ahli ekonomi mengenai sektor apa saja yang harus lebih dulu dibuka. 

    Maka Jabar saat ini membagi daerahnya ke dalam lima zona kewaspadaan, yakni zona hitam di mana aktivitas ekonomi hanya boleh 10 persen, kemudian 30 persen di zona merah dengan menerapkan PSBB penuh, zona kuning 60 persen, zona biru 90 persen dan 100 persen di zona hijau yang mayoritas berada di desa-desa.

    Ia optimistis UMKM desa di lima zona tersebut diperkuat dengan digital maka akan semakin berkembang pesat dan menjadi penyumbang terbesar pemulihan pertumbuhan ekonomi. 

    "Saya mengimbau lulusan-lulusan perguruan tinggi yang punya skill lebih baik tinggal di desa dengan rezeki kota dan bisnis yang mendunia menggunakan digital," harapnya.

    Kang Emil mengungkapkan, sejak digulirkannya program desa digital pada akhir 2018 lalu seluruh pelayanan publik di desa sudah didigitalisasi. Mulai dari memasang koneksi internet, membangun command center untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan produk unggulan di wilayahnya. 

    Selain itu, distribusi produk dari desa kini juga semakin dipermudah dengan semakin banyaknya perusahaan logistik. Pemesanan melalui online mendapatkan dukungan melalui pengiriman yang cepat dan aman.

    M Feriadi, Dirut JNE mengatakan bisnis logistik diawal pandemi ikut terdampak, namun setelah PSBB diberlakukan, justru bisnis pengiriman naik tajam.

    "Masyarakat kini sudah serba digital, berbelanja online, disinilah diperlukan jasa pengiriman barang," jelasnya.

    JNE sendiri di masa pandemi ikut memberikan bantuan kepada Pemprov Jabar, baik berupa sembako ataupun APD bagi tenaga kesehatan, melalui tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Jabar. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus