Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jangan Sampai PSBB Menambah Angka Kelahiran di Jabar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38113.jpg

    BANDUNG - Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Muhammad Hairun mengaku khawatir imbauan agar tetap berada di rumah (stay at home) berpengaruh terhadap reproduksi perempuan. Sehingga angka kehamilan dan kelahiran meningkat.

    Untuk mencegah meningkatnya kehamilan dan kelahiran, pihaknya mengimbau para peserta KB untuk tetap menggunakan alat kontrasepsi. 

    Terkait terbatasnya pemasangan alat kontrasepsi IUD di fasilitas kesehatan, Hairun meminta peserta KB untuk sementara mengalihkan jenis kontrasepsi yang digunakan. Pesan pentingnya adalah menunda kehamilan selama pandemi.

    “Kemudian selama pandemi ini masyarakat usia subur ini harus terus diberikan sosialisasi soal alat kontrasepsi yang mudah dijangkau seperti penggunaan suntik, pil KB, kondom, dan juga implan. Jadi, selama ini kami tetap gencar melakukan sosialisasi,” kata Hairun.

    Menurutnya, pencegahan penyebaran Covid-19 sangat penting. Namun demikian, pengendalian kehamilan dan kelahiran juga tak kalah penting. Karena jika tidak dikendalikan bisa mengakibatkan terjadinya ledakan penduduk. Hal tersebut harus terus dicegah dan dihindari.

    Guna menutupi kemungkinan defisit peserta KB selama pandemi, BKKBN mencanangkan agenda pelayanan 1 juta peserta pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) mendatang.

    “Virus corona memang harus negatif, tapi ibu-ibu juga harus negatif. Selama pandemi ini harus bisa menunda kehamilan dulu. Memang dari Januari hingga saat ini tidak ada laporan peningkatan yang signifikan angka kehamilan itu, tapi tetap saja harus diwaspadai dan dikendalikan. Bisa saja pada bulan berikutnya meningkat,” jelasnya.

    Sementara itu, Perwakilan BKKBN Jawa Barat terus berusaha menjaga kesinambungan pelayanan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) selama masa pandemi Covid-19. Untuk memastikan hal tersebut, BKKBN mengajak Komisi IX DPR RI untuk bersama-sama melihat dari dekat pelayanan di tengah masyarakat. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus