Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pertanian Penggerak Perekonomian Pasca Covid-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38141.jpg

    KAB. BANDUNG BARAT- Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang sudah melakukan persiapan untuk mempercepat ekonomi di sektor pertanian.

    Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo menyatakan, dirinya mengapresiasi langkah yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil dengan segala langkahnya, lebih khusus mempersiapkan after Covid-19 atau dalam kondisi Covid-19 masyarakat tetap produktif di bidang pertanian.

    "Pandemi Covid-19 menguji ketahanan pangan Indonesia, menguji kebersamaan, Covid-19 itu menguji daya tahan nasionalis kita. Saya turun ke beberapa tempat dan Jawa Barat ini memang boleh diandalkan secara nasional,” ucapnya.

    Syahrul juga melaporkan, stok pangan Indonesia saat ini masih aman dengan jumlah sekitar 7,46 juta ton yang dihasilkan dari musim panen pertama dan diperkirakan Indonesia akan memiliki stok 4 juta ton saat memasuki tahun 2021.

    Sekarang ini kami punya stok 7,46 juta ton (pangan) dari musim panen satu, kemudian musim panen dua kami rencanakan 15 juta ton dan kita makan besok itu menggunakan kurang lebih 15-16 juta ton, berarti kita masih punya 4 juta ton lebih memasuki 2021,” jelasnya.

    Syahrul menyatakan, pertanian dapat menjadi jawaban penggerak perekonomian pascapandemi Covid-19, karena seluruh dunia membutuhkan makanan yang didapat dari sektor pertanian.

    “Pertanian itu seluruh dunia membutuhkan, seluruh dunia membutuhkan makanan. Pertanian adalah jawaban untuk menghadapi after Covid-19," kata Syahrul, dalam acara Gelar Pengawasan dan Penindakan Badan Karantina Pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Kab. Bandung Barat, Selasa (16/06/20). (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus