Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sebentar Lagi Bazoga Dibuka? Seperti Ini Persiapannya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38183.jpg

    KOTA BANDUNG- Berbagai persiapan terus dilakukan manajemen Kebun Binatang Bandung (Bazoga) menjelang dibukanya kembali obyek wisata tersebut bagi masyarakat setelah ditutup sejak bulan Maret 2020 lalu akibat Pandemi Covid-19.

    Menurut Manajer Humas dan Promosi Bazoga, Sulhan Syafi"i, sejumlah fasilitas pendukung protokol kesehatan sudah dan sedang dipersiapkan manajemen, seperti pembatas antrian di pintu masuk serta pembatas jaga jarak di setiap kandang sudah selesai.

    "Nantinya pintu masuk dan keluar dikonsentrasikan di satu titik,  di gate 3 atau gate garuda yang memiliki parkiran sekitar 100 mobil. Dan setelah kapasitas 30% terpenuhi akan dilakukan sistem buka tutup," katanya.

    Menurut Sulhan, dengan metode masuk dan keluar Bazoga di satu titik, maka pengunjung selalu dan mudah terkontrol serta pengecekan terhadap suhu tubuh para pengunjung yang datang juga langsung dilakukan.

    "Kita akan berlakukan SOP Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) secara ketat,  misalnya security, loket dan portir menggunakan face shield, masker dan sarung tangan," ucapnya. 

    Sulhan memyatakan, penetapan protokol kesehatan secara ketat dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menghindari penyebaran Corona Virus (Covid-19) di Bazoga serta mendukung program pemerintah.

    "Ini dilakukan karena kami tidak ingin setelah dibuka tempat kami menjadi area penyebaran covid-19," tegas Sulhan, di Bazoga, Jumat (19/06/2020).

    Sulhan menambahkan, selain di pintu masuk penerapan protokol kesehatan juga dilakukan terhadap fasilitas lain, seperti bangku-bangku di sekitar Kebun Binatang Bandung juga dilakukan sistem jaga jarak, dimana tiap 1 meter setengah dilakukan penyilangan atau cakra untuk tidak ditempati oleh pengunjung secara berdampingan bedempetan.

    "Akibat pembatasan pengunjung dan kursi, memang kapasitasnya menjadi berkurang. Tapi ini harus dilakukan untuk mengantisipasi agar pengunjung tidak saling menyebarkan virus. 

    Sulhan mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapat kepastian kapan Bazoga dibuka bagi pengunjung karena masih harus menunggu hasil pengecekan keberadaan fasilitas tersebut oleh Dinas Budaya dan Pariwisata.

    "Prosedur yang ditempuh adalah harus menyiapkan fasilitas kemudian bersurat ke Disbudpar. Setelah itu tim gugus tugas dari Disbudpar akan mengecek keberadaan fasilitas tersebut, baru mereka mengeluarkan surat boleh atau tidaknya fasilitas rekreasi ini dibuka untuk umum," tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus