Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tekanan Pada Nilai Tukar Petani (NTP) Belum Reda

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38325.jpg

    BANDUNG – Pandemi Covid-19 masih memberikan tekanan kepada kegiatan usaha pertanian sehingga membuat Nilai Tukar Petani (NTP) di Jabar mengalami penurunan.

    Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi.

    Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menyebutkan NTP Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 0,44 persen dibandingkan Mei 2020, dari 100,44 menjadi 100,00. Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,19 persen dan Indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) naik sebesar 0,25 persen. 

    Pada bulan Juni 2020, hanya satu dari 5 (lima) subsektor yang mengalami kenaikan yaitu subsektor Peternakan mengalami kenaikan sebesar 1,51 persen. Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan terbesar  diantara subsektor lainnya, hingga sebesar 1,84 persen. 

    Selanjutnya subsektor Tanaman Pangan dengan penurunan sebesar 0,65 persen. Lalu, subsektor tanaman Hortikultura dengan penurunan sebesar 0,57 persen. Terakhir, subsektor Perikanan dengan penurunan sebesar 0,18 persen.

    Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Barat pada Juni 2020 sebesar 101,74 atau turun sebesar 0,31 persen dibanding bulan sebelumnya. 

    “Konsumsi Rumah Tangga di daerah perdesaan mengalami inflasi sebesar 0,32 persen,” kata Kepala BPS Jabar Dodi Herlando.

    Indeks yang dibayar petani untuk keperluan proses produksi, Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pada Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus