Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Presiden Berikan Sambutan pada Gelar Sidang Terbuka Peringatan 100 Tahun PTTI ITB

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38345.jpg

    BANDUNG  – Institut Teknologi Bandung menggelar Sidang Terbuka dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) yang bertempat di Aula Timur, Kampus ITB Jalan Ganesha, no. 10, Bandung, Jumat (3/7/2020). Sidang terbuka secara daring ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan 100 Tahun ITB dan PTTI dengan tema besar yaitu Inovasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan.

    Sidang dibuka oleh Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., dan dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor dan Sekretaris Institut ITB, Dekan Fakultas/Sekolah, para Guru Besar, Senat Akademik dan Pimpinan ITB lainnya. Pada kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo juga menyampaikan sambutannya secara daring.

    Selain itu, pada sidang terbuka tersebut disampaikan laporan dari Ketua Umum Peringatan 100 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia, Prof. Dr. B. Kombaitan, M.Sc., sambutan Ketua Majelis Wali Amanat ITB Yani Panigoro, dan sambutan Ketua Senat Akademik ITB Prof. Hermawan K. Dipojono, Ph.D.

    Dalam sambutannya, Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah menyampaikan, di sepanjang perjalanannya yang telah seabad, PTTI telah mengambil peranan penting dalam mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dalam waktu dekat akan memasuki usia 75 tahun. Cikal bakal dari PTTI adalah sebuah Sekolah Tinggi Teknik di Bandung (Technische Hoogeschool te Bandoeng, THB), yang didirikan di era pemerintahan Hindia Belanda pada 3 Juli 1920.

    “Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia kini telah mengalami perkembangan secara pesat, dan telah tersebar di Nusantara. Pada hari ini telah terdapat lebih dari 1.300 institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program-program studi di bidang-bidang keteknikan yang di antaranya adalah institusi swasta. Meski sudah besar dari segi kuantitas, ke depan kita masih perlu terus-menerus meningkatkan kualitas dan kapabilitas, sehingga PTTI dapat memberikan sumbangsih yang semakin berarti bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Prof. Reini.

    Ia mengatakan, ITB adalah PTTI yang pertama. Nilai luhur in harmonia progressio yang dipegang oleh ITB telah mengawal ITB dalam melalui berbagai ujian dan tantangan, dan menghantarkan ITB menjadi sebuah PTTI yang membanggakan, yang telah memberikan banyak sumbangsih bagi nusa dan bangsa, dan dihormati di dunia. Penghargaan yang tinggi perlu kita berikan kepada para pendiri ITB serta para pelaku sejarah ITB, yang telah berkomitmen kuat dalam menjaga nilai luhur tersebut.

    “Sebagai PTTI yang pertama, dan oleh karenanya juga yang tertua, ITB mengemban amanah untuk selalu berada di depan, guna menghela PTTI dalam menjawab tantangan-tantangan yang telah diuraikan terdahulu. Untuk menjalankan peran tersebut dengan efektif, ITB akan melanjutkan komitmen untuk excellent dalam pengajaran yang lebih multi dan lintas disiplin, pengabdian masyarakat yang semakin relevan dengan masalah lokal dan nasional, penelitian yang lebih kolaboratif, dengan berfokus pada penguatan ekosistem inovasi, untuk mendukung daya saing bangsa,” ucap Prof. Reini.

    Transformasi sistem pengelolaan institusi adalah prasyarat untuk memperkokoh pondasi, agar ITB dapat bergerak lebih cepat demi menggapai cita-cita di abad mendatang. Nilai in harmonia progessio perlu senantiasa kita pelihara untuk menghantarkan ITB ke masa depan, dengan atribut ‘locally relevant, globally respected’.

    Presiden Joko Widodo dalam sambutanya berharap banyak pada ITB agar memberikan inovasi dan teknologi yang baik bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. 

    "Pada 1 Juli 2020 kemarin, Bank Dunia telah menetapkan Indonesia sebagai negara Upper Middle Income Country engan GDP sebesar 4.050 follar AS, daei sebelumnya 3.840 dollar AS. Kota syukuri dan harus terus ditingkatkan menjadi negara dengan penghasilan tinggi, keluar dari middle income trap," jelas ya.

    Indonesia menurut presiden sangat membutuhkan SDM andal dari ITB untuk membantu Indonesia semakin maju.

    Apalagi banyak alumni ITB yang sudah terbukti memberikan baktinya kepada bangsa. Seperti BJ Habiebie hingga sejumlah seniman mulai dari Sam Bimbo dan Nyoman Nuarte. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus