Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dani Bertemu Doni di Jakarta, Apa Yang Mereka Bincangkan?

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38476.jpg

    JAKARTA (14/7/2020) - Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat Dani Ramdan, diterima oleh Kepala BNPB - Letjen Doni Munardo di Graha BNPB Jl. Pramuka Jakarta, utk menyampaikan  laporan pelaksanaan tugas dirinya sebagai Kalak BPBD Prov. Jabar setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat pada tanggal 1 Juli 2020 yang lalu.

    Disamping  laporan pelaksanaan tugas, Dani yang didampingai oleh dr. Sisca Getriafi Selaku Kepala Divisi Pelacakan dan Pengetesan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan  Covid-19  Prov. Jabar juga menyampaikan rencana kegiatan Tes Masiv di Kawasan Industri  Rancaekek Bandung, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Kepala BNPB.

    Pada kesempatan itu, Dani juga menyampaikan  Executive Sumary  Blue Print Jabar Resilence Culture Province (JRCP), yang secara resmi telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 1 Tahun 2020, tentang Peningkatan Kapasitas Budaya  Masyarakat Tangguh Bencana di Jawa Barat.  
    "Dokumen JRCP tersebut merupakan cetak biru yang akan menjadi panduan utama pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat, bersama-sama komponen masyarakat atau komunitas, dunia usaha, akademisi, dan media (pentahelix), dalam membangun budaya ketangguhan bencana di Jawa Barat  selama sepuluh tahun kedepan atau sampai dengan tahun 2028" ujar Dani.

    Atas laporan pelaksanaan tugas sebagai Kalak BPBD Prov. Jabar, Doni Munardo menyambut baik dan mengucapkan selamat bertugas kepada Dani Ramdan. Dan mengharapkan Kalak BPBD Prov. Jabar dapat meningkatkan kinerja dan peran sentral BPBD dalam penyelenggaraan manajemen penanggulangan bencana di Jawa Barat.

    "Saya mengapresiasi lahirnya blue print Jabar Resilience Culture Province , mengingat Jawa Barat sebagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang  tinggi, dan hampir semua jenis potensi kebencanaan ada di Jawa Barat, maka sudah selayaknya Jabar memiliki cetak biru yang berisi peta jalan yang jelas dan rinci dalam membangun budaya ketangguhan menghadapi bencana bagi wilayah dan masyarakatnya" ucapnya.

    Di akhir pertemuan Dani juga menyampaikan  rencana kegiatan Operasi BPBD Provinsi dan BPBD Kab/Kota se Jabar, untuk melaksanakan  sosialisasi dan evaluasi berkala  penerapan AKB di pusat2 keramaian di Jawa Barat. Dani menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya BPBD se Jabar untuk memberikan kontribusi yang lebih bermakna dalam upaya penggulangan bencana non alam pandemi Covid-19. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus