Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BPBD Jabar Akan Launching Recilience Center. Apa itu?

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38487.jpg

    BANDUNG - Di bulan Juli ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar akan meluncurkan Jabar Recilience Center. Jabar Recilience Center merupakan amanat dari Perda No. 1 Tahun 2020 tentang Penguatan Kapasitas Budaya Masyarakat Tangguh Bencana Jawa Barat. Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar Dani Ramdhan, jabar Recilience Center itu selain berfungsi sebagai pusat kegiatan dan pusat komando, juga sekaligus menjadi sarana edukasi dan wisata.

    "Sedianya kita akan launching ini di bulan Maret 2020 lalu, tetapi karena ada covid maka Insya Allah baru akan diluncurkan bulan ini. Tempat itu nanti bisa jadi tempat wisata dan edukasi juga, bagaimana masyarakat bisa mengetahui tentang seluk-beluk bencana dan penanganan bencana di wilayahnya" kata Dani di Bandung, Selasa (14/7/2020).

    Menurut Dani, Perda nomor 1 tahun  2020 itu disingkat atau diistilahkan dengan nama BARATA YUDHA, agar mudah diingat.

    "Itu singkatan dari Jawa Barat Tangguh. Agar lebih pas lagi ditambah dengan kata Yudha yang berarti perang atau operasi" jelasnya.

    Intinya dalam Perda itu adalah bagaimana membangun masyarakat Jawa Barat yang sadar aka  tempat tinggalnya yang rawan bencana, mampu menghadapi bencana dan meminimalisir korban atau kerugian, lalu mampu pulih kembali pasca bencana.

    "Hal itu yang ingin dibangun oleh pemerintah daerah Provinsi Jabar yang masyarakatnya tinggal di daerah yang rawan bencana. Tidak ada kata lain kecuali harus tangguh" ujar Dani.

    Adapun Jabar Recilience Center itu menurut Dani akan sedikitnya didirikan di 10 tempat di Jawa Barat, untuk menjangkau luas wilayah Jawa barat.

    "Yang empat tempat itu nanti akan didirikan di empat titik yang mewakili empat kewilayahan Jabar seperti wilayah priangan barat dan timur, wilayah cirebon, dan wilayah Bogor. Kemudian yang enamnya nanti didirikan di daerah dengan potensi bencana yang khas seperti bencana longsor, banjir, gunung meletus dan lain-lain" tutupnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus