Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Dorong Percepatan Operasional TPPAS Legok Nangka

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38490.jpg

    BANDUNG - Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka bakal  segera beroperasi untuk pengelolaan sampah Bandung Raya.

    Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja Saat meninjau lokasi di Legok Nangka.

    "Kelihatannya sudah matang lahannya. Artinya, sudah siap untuk dioperasikan," kata Setiawan, Rabu (15/7/20). 

    Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sendiri berakhir beroperasi pada tahun 2025. Maka itu, TPPAS Regional Legok Nangka diharapkan dapat beroperasi pada 2023.

    TPPAS Regional Legok Nangka merupakan salah satu proyek tempat pengelolaan sampah yang bisa mengubah sampah menjadi energi listrik atau Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL). 

    Pemanfaatan teknologi di TPPAS Regional Legok Nangka yang lebih modern diharapkan dapat membuat pengelolaan dan pemrosesan sampah aman dan tidak merusak lingkungan. TPPAS Regional Legok Nangka dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

    "Oleh karena itu, saya berharap semua elemen untuk bisa melakukan operasional Legok Nangka sesegera mungkin, dan saya ingin mendorong itu semua," ucapnya. 

    TPPAS Regional Legok Nangka berada dua administrasi daerah, yakni Kab. Bandung dan Garus dengan luas 78,1 hektare. Kapasitas TPPAS Regional Legok Nangka yakni 1.853-2.131 ton/hari.

    TPPAS Regional Legok Nangka akan menampung dan memroses sampah yang dikirim dari enam daerah, yakni Kota Bandung sekira 1.200-1.303 ton/hari, Kota Cimahi 150-250 ton/hari, Kabupaten Bandung 300-345 ton/hari, Kabupaten Bandung Barat 78-86 ton/hari, Kabupaten Sumedang 28-32 ton/hari, dan Kabupaten Garut 100-115 ton/hari. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus