Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Puluhan Tahanan Anak di Jabar Dapat Remisi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38588.jpg

    BANDUNG - Wagub Jawa Jabar Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Acara Penyerahan Remisi Anak dalam rangka "Hari Anak Nasional dan Penguatan Sekolah Mandiri Merdeka Belajar Bagi Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)" di LPKA Kelas II Bandung, Sukamiskin, Kota Bandung, Kamis (23/7/2020).

    Dalam rangka Hari Anak Nasional Tahun 2020 ini, sebanyak 59 anak yang sedang menjalani hukuman di Jabar, termasuk dalam 857 anak di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia yang mendapatkan remisi alias pengurangan masa hukuman.

    Kang Uu pun berharap bekal pembinaan, pendidikan, juga penggalian potensi dan bakat anak selama di LPKA membuat anak didik bisa menjadi pribadi yang memiliki keahlian dan siap menjalani kehidupan.

    "Selamat Hari Anak Nasional, mudah-mudahan anak Indonesia tangguh dan semakin hebat. Generasi merekalah yang akan menyambung estafet pembangunan," ucap Kang Uu.

    Bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional, Kang Uu mengatakan, anak merupakan amanah dari Tuhan kepada orang tua. Untuk itu, anak harus mendapatkan pendidikan dimulai dari dalam keluarga.

    Kang Uu juga mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan pendidikan kepada anak. Dirinya pun menekankan pentingnya membangun kesadaran para orang tua terhadap pembentukan karakter anak agar keluarga mampu menghadirkan generasi penerus bangsa yang tangguh, berdaya saing, sekaligus berakhlak.

    "Saya mengingatkan kembali, mari kita kuatkan fungsi keluarga. Pendidikan akhlak dan karakter itu dimulai dari keluarga. Diharapkan dimulai dari keluarga, hadir generasi yang berakhlak dan kompetitif," harapnya

    Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Reinhard Silitonga mengatakan bahwa berdasarkan undang-undang, seorang anak mendapat pendidikan meskipun sedang menjalani masa hukuman. Maka, terdapat Sekolah Mandiri di setiap LPKA di Indonesia.

    "Kami sudah menggelar program Sekolah Mandiri yang digelar berdasarkan program unggulan pada masing-masing. Kegiatannya dilaksanakan berdasarkan metode kreativitas, inovasi, dan kondisi LPKA," kata Reinhard. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus