Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Apresiasi Untuk Program Yayasan Senyum Untuk Negeri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38607.jpg

    Wakil Bupati Sukabumi H. Adjo Sardjono terima kunjungan Yayasan Senyum Untuk Negeri Perihal Program Pesantren Entrepeneur Creative and Inovative Plus ( PECI ) di Pendopo Jumat (24/07/2020).

    Menurut Perwakilan Yayasan Senyum Untuk Negeri, Doni Sopiani tujuan kunjungan adalah mensosialisasikan dan mengkoordinasikan program-program pendampingan usaha untuk pesantren kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait.

    "Tujuan kunjungan kami untuk mensinergikan antara UKM, Perusahaan dengan pemerintah terkiat program yang akan kami laksanakan". jelasnya.

    Ditempat yang sama Wakil Bupati merespon positif Program UKM di pesantren terutama pendampingan ekonomi untuk kesejahteraan.

    "Apalagi saat ini kita masih berada dalam situasi pandemi sehingga program program yang sudah direncanakan oleh pemerintah ditunda dulu" ungkapnya.

    Wabup menambahkan, dengan adanya program pembinaan dari Yayasan Senyum Untuk Negeri, pondok pesantren berpeluang mengembangkan dan meningkatkan UKM sehingga mendorong kesejahteraan pondok pesantren itu sendiri.

    Wabub juga berharap program ini bisa bersinergi dengan dinas terkait di Pemerintah Kab Sukabumi sehingga lebih matang dalam pelaksanaan serta tepat sasaran

    Kegiatan digelar Perihal Program Pesantren Entrepeneur Creative and Innovative Plus (PECI PLUS) untuk Membentuk pribadi santri yang memiliki akidah yang lurus, ibadah yang benar, dan akhlak yang mulia dengan memiliki mental kemandirian melalui wirausaha/ entrepreneur sekaligus bermanfaat bagi sesama, Membentuk wirausahawan yang memiliki karakter Baik dan Kuat.

    Pada Kesempatan tersebut, Wakil Bupati dan Yayasan senyum untuk negeri serta Pesantren Al Umana Sukabumi saling bertukar cendramata

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus