Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    1000 QRIS Rumah Ibadah di Jabar Persembahan BI

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38644.jpg

    BANDUNG - Bertempat di Masjid Raya Jawa Barat (Jabar), Bank Indonesia Jabar meluncukan penggunaan QRIS di 1000 masjid yang ada di Jabar, Rabu (29/07/2020).

    Hadir dalam peluncuran tersebut Kepala BI Jabar Herawanto dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yang secara simbolis meluncurkan program ini.

    Herawanto dalam sambutannya mengatakan perkembangnya ekonomi digital yang berbasis teknologi digital diharapkan dapat mendorong akselerasi pertumbuhan dan meningkatkan inklusifitas ekonomi nasional. Integrasi antar entitas ekonomi melintasi jarak dan waktu semakin dapat terlaksana sehingga perputaran ekonomi baik di skala daerah maupun di skala nasional dapat semakin cepat dan efisien.

    BI terus berupaya mendorong transaksi non tunai melalui media digital. Sebagai respon atas perkembangan digitalisasi transaksi pembayaran, sejak awal tahun lalu, Bank Indonesia telah meluncurkan standar Quick Response (QR) Code yang disebut Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). 

    BI melakukan digitalisasi pembayaran dalam transaksi kegiatan ibadah keagamaan, berkoordinasi dengan Bank Mandiri, Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia dan MUI serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Jabar. 

    "Melalui kegiatan launching ini, selain mendorong implementasi transaksi non tunai, juga memudahkan umat Islam dalam melakukan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf). Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan sebagian penduduknya beragama Islam, menjadi potensi pengembangan digitalisasi pembayaran dalam transaksi kegiatan ibadah," jelasnya.

    BI mencatat jumlah merchant yang telah mengimplementasikan QRIS di Jawa Barat adalah 900.537 (27.46% Nasional), atau tertinggi di Indonesia.

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menambahkan kedepan bukan hanya 1000 masjid saja yang menggunakan transaksi zakat dan sedekah non tunai, namun bisa dilakukan semua masjid.

    "Masjid dan mushola di Jabar ada sekitar 128 ribuan, kalau bisa dilakukan serentak, maka pengumpulan zakat dan sumbangan lain bisa lebih akurat dan cepat. Kencleng masjid bisa langsung pakai hape bayarnya," jelasnya. 

    Ia berharap kedepan masyarakat semakin dimudahkan dalam beribadah khususnya dalam bersedekah. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus