Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Transaksi Ekspor-Impor Jabar-China Masih Prospektif

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_1249-crop-091.jpg

    BANDUNG-Transaksi ekspor impor Jabar dan China masih prospektif, merujuk kepada data BPS terbaru dalam scope nasional ekspor dari Indonesia ke China telah surplus. Dari data yang dihimpun BPS, diungkapkan Selama Januari-Juni 2011, nilai ekspor produk Indonesia ke China tercatat US$8,953 miliar. Penjualan barang produk Indonesia ke China itu naik sebesar US$122,5 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu yaitu US$6,05 miliar.

    Di sisi impor, Indonesia masih mendatangkan produk dengan nilai US$12,05 miliar. Angka ini meningkat US$3,01 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$9,04 miliar.

    Dengan demikian,  dalam konteks kerjasama perdagangan masih layak untuk terus dilanjutkan, papar Kadis Perindag Jabar, Ferry Sofwan Arif dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, di sela-sela kunjungan Kehormatan Wagub Provinsi Henan dan Delegasi Dagang Henan, di Gedung Pakuan, Kamis sore (2/2).

    Ferry, lebih lanjut memaparkan dalam konteks kerjasama dengan Provinsi Henan sebagai salah satu bagian daerah di negara China masih penjajakan karena seingat saya, letak Henan belum diketahui dibagian mana Negara China mengingat scope wilayah negara Cina sangat luas.

    Namun, demikian dengan hadirnya kepala daerah Provinsi setempat yang didampingi dengan delegasi dagang diharapkan penjajakan kerjasama dua arah yang menguntungkan kedua belah pihak dapat direalisasikan.

    Ferry, dalam bagian lain keterangannya mengungkapkan kerjasama antara negara Cina dan Provinsi Jabar dalam hal kegiatan ekspor dan impor sudah terjalin. Dari Cina, Jabar mengimpor beberapa jenis tekstil untuk jenis tertentu, kapas dan mesin tekstil. Sementara itu, ekspor dari Jabar ke Cina diantaranya benang.

    Diakui, kendati ekspor nasional ke Cina sudah surplus. Ekspor asal Jabar ke Cina masih defisit, namun dengan impor kapas yang selanjutnya diolah menjadi benang. Adanya proses pengolahan tersebut,diyakini  telah menyerap tenaga kerja cukup banyak, demikian Ferry.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus