Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pada Masa Pandemi Ini Peluang Gig Economy Cukup Besar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38693.jpg

    BANDUNG – Sebuah penelitian pada awal 2020 menyebutkan, lebih dari 170 juta angkatan kerja tahun 2019, 30 persen di antaranya freelancer.  

    Perkembangan teknologi informasi membuat gig economy tumbuh cepat. Bahkan di masa pandemi, gig economy menjadi salah satu andalan.Gig economy berarti suatu kondisi perekonomian dimana terjadi pergeseran status para pekerja perusahaan, yang umumnya tenaga kerja permanen menjadi karyawan kontrak sementara, independent workers, maupun karyawan tidak tetap. 

    Orang Indonesia selama ini mengenal gig economy seperti freelancer. Sebenarnya, freelancer ini sudah ada sejak lama. Namun gaungnya semakin besar dibantu teknologi yang menghubungkan antara tenaga profesional dengan orang yang membutuhkan. “Bentuk kolaborasi itu, sebut saja Gojek, atau sayur box yang menghubungkan petani sayur dengan costumer,” ujar Public & Government Affairs Professional, Donna Murdijanto Priadi MBA dalam rangkaian International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) 2020, Selasa (4/8/2020). 

    Donna menjelaskan, gig economy merupakan kesempatan yang bisa diambil masyarakat saat ini. Dimana PHK merajalela akibat pandemi Covid-19, bisnis pun semakin sulit. Orang yang memiliki keahlian foto, bisa menjual foto lewat instagram. Orang yang bisa masak, bisa membuka cathering. Bahkan orang yang memerlukan darah, bisa menghubungi orang yang mempunyai darah melalui aplikasi. Sehingga Gig bisa digunakan untuk donasi pula. 

    Tantangannya ada pada seberapa besar orang tersebut menguasai keahliannya. Karena bagaimanapun, orang akan malas berkolaborasi dengan orang yang kemampuannya setengah-setengah. Ia memprediksi, jumlah freelancer di Indonesia di masa pandemi ini akan semakin besar. 

    Untuk itu, bagi yang ingin mengambil kesempatan ini, perhatikan passion dan skill untuk memulainya. Selain Donna, webinar yang mengangkat tema “Ecosystem for Sustainable Development Dealing with Collaboration Challenges and Opportunities” ini menghadirkan dua pembicara lain. Mereka adalah Prof Dr Hazel Grunewald, Reutlingen University, Germany dan Prof Dr Rlf Schaeren Swis-ASEAN Learning & Teaching, Chairman. 

    Dalam webinar tersebut, Hazel menitikberatkan pada international business engineering ecosystem di Jerman serta pentingnya bahasa untuk berkolaborasi. ICMEM 2020 digelar Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual pada 3-5 Agustus 2020.

    ICMEM kelima ini mengangkat tema "Sustainable Development: Orchestrating Business to Respond to Society's latest Challenges". Kegiatan ini juga diselenggarakan dua lembaga, yakni International Graduates Colloquium (IGC) dan SwissInnovation Challenge. Serta bekerjasama dengan perguruan tinggi ternama antara lain UMT, FHNW, dan SALT Network. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus