Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Gandeng Swasta Untuk Perbanyak Tes Covid-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38724.jpg

    BANDUNG - Untuk mempercepat sebaran tes Covid-19, Pemprov Jawa Barat (Jabar) akan menggaet pihak swasta melakukan pengetesan mandri.

    Hal itu dikatakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil terutama untuk pengetesan (testing) metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR).

    "Penduduk Jabar itu terbanyak , sampai hampir 50 juta. Jadi perlu banyak melakukan tes. Kerja sama dengan pihak swasta baik dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM) maupun peralatan sangat diperlukan untuk meningkatkan rasio pengetesan. Sekarang ada tawaran-tawaran yang sangat baik, pada saat kapasitas fisik kita terbatas, ternyata swasta bisa melakukan pengetesan tanpa kita harus melakukan investasi peralatan teknologi yang sangat mahal,” kata Ridwan Kamil saat bertem dengan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/20).

    Data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) hingga Kamis (6/8), mencatat telah dilakukan tes PCR kepada 162.130 orang. Angka tersebut membuat Jabar berada di posisi kedua nasional setelah DKI Jakarta.

    “Secara umum kami baru bisa kapasitas (tes PCR) lima ribu per hari. Mimpinya kalau bisa 50 ribu per minggu. Jadi, fokus kami (yang utama) hanya satu, kami bercita-cita kapasitas testing kami tinggi untuk mengejar persentase 50 juta penduduk,” katanya.

    Terkait hal itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo pun menyambut baik usulan Jabar agar pengetesan bisa melibatkan pihak swasta.

    Menurut Doni, usulan yang disampaikan oleh Kang Emil tersebut perlu ditindaklanjuti melalui sebuah kerja sama resmi antara pemerintah daerah provinsi dan swasta, termasuk dalam hal pemanfaatan laboratorium.

    “Tentang keterlibatan swasta, saya pikir ini sebuah terobosan. Kami (pusat) sudah memulai bekerja sama dengan swasta. Nanti dari pemerintah provinsi (bisa) melakukan koordinasi dengan sejumlah swasta yang berminat dalam penanganan pemeriksaan atau pengembangan laboratorium,” ujar Doni.

    Doni pun menjelaskan, saat ini terdapat 278 mesin PCR di Indonesia. Namun, hal itu belum diikuti dengan jumlah SDM laboratorium yang memadai sehingga waktu kerja untuk melakukan pengujian dinilai belum optimal.

    Selain itu, Doni juga mengingatkan terkait pentingnya melakukan pengetesan rutin dalam sebuah instansi atau lembaga yang memiliki banyak anggota atau karyawan dalam satu tempat seperti asrama. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus