Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dispora Ketat Awasi Sarana Olahraga

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38732.jpg

    KOTA BANDUNG- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dsipora) Kota Bandung terus mengawasi kegiatan olahraga di sejumlah sarana yang ada di Kota Bandung ditengah pandemi Covid-29.

    Kepala Seksi Ifrastruktur dan Sarana Olahraga Dispora Kota Bandung, Fiator Ambarita mengatakan, pengawasan secara ketat dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan olahraga di Kota Bandung  menerapkan protokol kesehatan.

    “Penggunaan sarana yaitu 50% dari kapasitas, kita pastikan tempat cuci tangan, thermo gun, hand sanitizer, penggunaan masker dan juga jarak itu diterapkan dengan baik,” ucap Fiator, dalam acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (06/08/2020). 

    Menurut Fiator, saat ini di Kota Bandung terdapat 15 sarana olahrga milik Pemkot Bandung serta sekitar 300 sarana olahraga milik swasta atau pengusaha yang semua sarana olahraga bisa beroperasi terkecuali sarana olahraga fitness atau gym. 

    "Gym belum diperbolehkan karena masih penggunaan alat yang bergiliran yang mampu digunakan oleh banyak orang, yang disiyalir mampu menyebarkan virus," katanya. 

    Fiator menyatakan, untuk sarana olahraga yang sudah relaksasi wajibkan mengikuti protokol kesehatan dan juga harus menyediakan ruang isolasi. 

    “Kita sudah monitoring ke Siliwangi juga tempat boling, kolam renang cipaku, semua sarana boleh relaksasi, kecuali fitnes dan gym. Untuk sarana olahraga yang sudah relaksasi wajibkan mengikuti protokol kesehatan dan juga harus menyediakan ruang isolasi. 

    Sementara itu, untuk pembinaan atlet hingga saat ini hanya diperbolehkan untuk berkegiatan sebatas latihan saja, sementar untuk kegiatan turnamen atau pertandingan belum diperbolehkan dilaksanakan.

    “Untuk pembinaan atlet hanya boleh latihan saja, turnamen pertandingan itu belum dperbolehkan sampai saat ini. Pemerintah hanya menyediakan sarananya saja bagi mereka yang akan latihan dan maksimal 50% yang boleh latihan, kita akomodir cabor itu,” imbuhnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus