Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ada Novel Baru Ni, Judulnya 'Bandung Patah (an)

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_38757.jpg
    ilustrasi

    BANDUNG - Geolog Dr. Ahmad Taufiq, Ph.D., Aktivis Kebencanaan sekaligus Dosen Geologi, Misbahudin bersama penulis muda Faisal Syahreza, luncurkan novel bernuansa kebencanaan bertajuk 'Bandung Patah(an)', Sabtu (8/8/2020). Novel tersebut digarap atas kepedulian akan dampak literasi kebencanaan masyarakat yang rendah. Padahal, Indonesia terletak di atas Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), atau daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.
    ?
    Novel 'Bandung Patah(an)' sendiri bercerita tentang perjuangan sekelompok peneliti muda dalam mitigasi bencana sesar aktif di Lembang. Novel ini memadukan ilmu geologi, mitigasi bencana, dengan romansa dan persahabatan. 'Bandung Patah(an)' sengaja ditulis dengan gaya bahasa populer, sehingga mudah diterima khalayak umum. Khususnya, anak-anak muda.?

    Diakui Misbahudin, penulisan 'Bandung Patah(an)' memang dibuat sedemikian rupa untuk dibaca segala kalangan. Pasalnya, masalah kebencanaan tak hanya soal mitigasi. Namun dibutuhkan pula penanganan sistemik dan terstruktur.?

    “Bencana itu sudah jadi ketetapan, karena lokasi Indonesia di Ring of Fire. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri secara struktural maupun nonstruktural,” jelasnya. ?

    Persiapan secara struktural yang dimaksud ialah, penataan kota yang memerhatikan keunikan konfigurasi geologi suatu daerah, pembangunan bangunan tahan bencana, serta penyediaan infrastruktur warning system. Sebagai pelengkap, perlu dilakukan pula persiapan nonstruktural berupa edukasi kepada masyarakat.

    Hal tersebut diakui pula oleh Geolog Ahmad Taufiq. Ia mengatakan, diperlukan keahlian seorang novelis agar aspek ilmiah tersebut tersampaikan dengan baik. Lebih lanjut, ia berharap proyek ini dapat diteruskan hingga menembus layar lebar. “Saya optimis (ini) jadi warna baru. Science fiction di Indonesia masih jarang. Selama ini kan (film) yang beredar, lebih tentang cinta, keluarga, klenik, atau persahabatan,” terangnya.

    Peluncuran novel ini mendapat apresiasi positif. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Sukmandaru Prihatmoko, M.Econ.Geol. “Masyarakat perlu sadar akan perlunya mitigasi dan kewaspadaan menghadapi bencana di sekitarnya. Novel “Bandung Patah(an)” adalah upaya yang out of the box dalam melakukan mitigasi bencana,” ujarnya. ?

    Kabid Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Dr. Daryono pun menyampaikannya pujian atas upaya edukasi pada generasi millennial tersebut. “Kepiawaian penulisnya yang berlatarbelakang seorang geolog, mampu menyajikan sebuah novel sebagai terobosan edukasi mitigasi dan pengurangan resiko bencana,” katanya. Pria yang juga menjabat sebagai Vice President Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) ini pun berharap, akan muncul novel-novel serupa untuk jenis bencana yang lebih bervariasi. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus