Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harapan Ridwan Kamil Dalam Penanganan Covid-19

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_39209.jpg

    KOTA BOGOR- Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, meminta adanya manajemen koordinasi dengan Provinsi DKI Jakarta maupun Banten, dalam melakukan penanganan Covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok Tanggerang dan Bakasi (Jabodetabek) secara optimal dengan frekuensi yang sama.

    “Saya usulkan koordinasi itu dilakukan bukan hanya berdasarkan isu yang ada saja, namun berunding agar satu frekuensi dengan DKI Jakarta maupun Banten,” kata Gubernur, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 di 8 Provinsi Utama" melalui video conference di Kantor Walikota Bogor, Selasa (15/09/2020).

    Menurut Gubernur, wilayah Jabodetabek itu harus diberlakukan oleh satu manajemen koordinasi, sehingga  DKI Jakarta tidak jalan sendiri, Jawa Barat tidak juga jalan sendiri termasuk juga Banten tidak jalan sendiri-sendiri.

    "Bodebek siap berkoordinasi dan mendukung PSBB di Jakarta," tegas Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar.

    Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) sekaligus Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan ini, Ridwan Kamil menuturkan bahwa secara geografis Jawa Barat memiliki wilayah yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta, yakni Kota Depok, Bekasi, dan Bogor, serta Kabupaten Bogor dan Bekasi (Bodebek).

    "Dekat dengan Jakarta sebagai episentrum Covid-19 di Indonesia, Bodebek pun menyumbang hampir 70% kasus Covid-19 di Jabar. Meski begitu, secara administratif, Kota Depok dan Bekasi, serta Kabupaten Bekasi, berada dalam wilayah kerja Kepolisian Daerah (Polda) Metropolitan Jakarta Raya. Administrasi wilayah Pangdam (III/Siliwangi) dan Kapolda Jabar hanya mengurus Kabupaten Bogor dan Kota Bogor," ucapnya.

    Selain itu, dalam ratas tersebut, Ridwan Kamil juga melaporkan mengenai angka kematian di Jawa Barat yang rendah yaitu di angka 2,4 persen. Namun, tingkat kesembuhan di Jawa Barat juga masih rendah yaitu sekitar 51-53 persen dan belum sesuai tingkat kesembuhan ideal di angka 70 persen.

    “Jadi, kami di Jabar ingin meminta bantuan kepada Menteri Kesehatan dalam meningkatkan angka kesembuhan di Jabar,” ujarnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus